MEGA123-Malam semakin gelap saat aku menempuh perjalanan pulang dari Bali dengan mengendarai mobil. Terpaksa aku menyetir sendiri kaRina bosku akhirnya memutuskan untuk tinggal beberapa hari di sana. Aku melirik jam, hmmmm masih jam 9 malam dan aku baru sampai Surabaya. Wah, sampai Jakarta jam berapa nih, pikirku. Mataku pun sudah tidak bersahabat, seperti ditimpah 10kg. Dengan kondisi seperti ini kupikir tidak akan mungkin melanjutkan perjalanan sampai Jakarta, kaRina malah akan berbahaya. Kuputuskan harus mencari tempat istirahat. Lalu laju mobil pun mulai kupelankan, dan mataku mulai melihat di jalan barangkali ada tempat istirahat.Kemudian mataku tertuju pada sebuah rumah Aku pun segera membelokkan mobil dan kuparkir tepat di depan rumah itu. Di terasnya kulihat sedang duduk 4 orang wanita dengan pakaian yang cukup sexy. Aku masih belum berpikir yang aneh-aneh waktu itu. Yang terpenting bagiku saat ini adalah beristirahat dan melepas lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.Saat aku berjalan ke arah teras, salah seorang dari mereka menghampiriku dengan gaya yang centil dan manja,
Bergabunglah Bersama HAHACUAN Cukup Dengan Satu User ID Nikmati Beragam Game Terlengkap Disini 🔥 BONUS NEW MEMBER 200% 🔥 BONUS NEW MEMBER 100% 🔥 BONUS NEW MEMBER 125% 🔥 BONUS PG-SOFT MEMBER 50% 🔥 BONUS HARIAN MEMBER 30% 🔥 FREESPIN 50% DAN BUYSPIN 35% 🔥 BONUS TURNOVER JADI SALDO 🔥 CASHBACK SLOT 5%
Minggu, 24 Maret 2024
Bertemu Dengan ABG Yang Suka Dengan Kontol Besar
“Cari apa bang??”Mataku yang sedari tadi sudah cukup mengantuk sontak saja langsung
melek lagi. Wanita itu kira-kira berusia 19-22 tahunan mengenakan kaus ketat berbelahan
dada rendah warna abu2 itu, dipadu dengan bawahan rok jeans pendek. Sekilas kulihat 2
tonjolan di sana seperti terjepit ingin meronta keluar, dengan belahan yang masih indah di
tengahnya. Mendapati pemandangan seperti itu, aku menjadi tergagap-gagap,“mau nyari
tempat istirahat, capek banget dari tadi nyetir mulu
“yuk ikut Rina masuk dulu, Kalo pegel-pegel, kita juga bisa mijitin kok.”Tangannya
langsung menggandengku dan menempelkan payudaranya ke lenganku sembari
tersenyum nakal. Rina berkulit putih bersih sekali, tubuhnya langsing montok, memakai
kaus you can see berwarna putih dan pakai celana jeans pendek ketat. Wajahnya sangat
cantik dan imut.“Kita langsung kekamar aja yah, kalau masalah tarif mah gampang asal
maknyosss” kataku kaRina sudah terpikat dengannya.
“aahh mass, yang penting mah puas.” kata Rina.Kamar itu tidak terlalu besar dengan
penerangan sebuah lampu kecil yang memberikan sensasi remang-remang. Disudut
ruangan ada meja dan bangku kecil. Ketika masuk ke dalamnya aku disambut oleh wangi
aroma parfum yang membuatku rileks dan nyaman.Ketika aku masih termangu melihat
keadaan sekeliling, suara Rina yang lembut mengejutkanku.“Ayoo dibukaa bajunya sama
celana mass, susah mijetnya kalau gitu”, jadi pijit ga? Kok malah bengong di pintu aja?”
“Eh, iya ya… Oke… Oke…” aku pun segera membuka bajuku dan celanaku lalu
mengambil posisi di tempat tidur.Masih ada sedikit rasa risih untuk hanya mengenakan
boxer di depannya. Namun saat aku menatap wajah manis nan sensual serta melirik
sedikit ke bawah lehernya di mana tergantung dua buah gundukan padat serta berisi itu,
akal sehatku terkalahkan. Akhirnya kulepas juga celana panjangku dengan dibantu
olehnya.Dia lalu menuangkan sedikit lotion di tangannya lalu dia balurkan ke punggung
dan mulai mengurutnya. Ah, nyaman nikmat sekali rasanya ketika tangan mungil nan halus
itu mulai menyapu punggungku dari atas sampai hampir pada bokongku. Penat yang dari
tadi pagi kurasakan seolah perlahan-lahan mulai sirna.Selesai dengan punggung, dia
lanjutkan dengan kakiku. Dia mulai mengurut otot kaki bagian bawah. Dari telapak kaki dia mulai bergerak ke atas menuju paha. Ketika mengurut pada pangkal pahaku, entah
sengaja atau tidak sesekali dia menyentuh kedua pelerku. Aku pun sedikit terkejut, namun
sepertinya dia menanggapinya dengan biasa.“Ayo coba balik badan, Rina mau mengurut
leher dan bagian depan” dia memintaku penuh kelembutan.Aku pun segera menurutinya,
kubalik badanku sehingga sekarang dalam posisi berbaring. Dia mulai mengusapi
badanku dengan lotion.
Saat itu baru kusadari bahwa dia sangat manis, dengan payudara yang bergoyang-goyang
saat dia mengusap badanku dengan lotion.Tiba-tiba tanpa diduga dia duduk diatas
perutku, dan mulai mengurut leherku. Tapi aku hanya diam saja dan menikmati keadaan
ini. Mataku tak lepas dari dua toket kembar yang sedari tadi bergoyang-goyang
menantang, dan tampaknya dia mulai menyadari kalau aku memperhatikannya.lalu dia
mengambil tanganku, mengurutnya, sambil menempelkan punggung tanganku ke
dadanya. Wow, kurasakan sesuatu yang masih kenyal dan kencang di sana, Kemaluanku
yang dari tadi sudah setengah menegang menjadi full menegang.Tanpa sadar tangan
kananku mulai memegang-megang sambil sedikit meremas payudara yang masih padat
itu.“Ihh, Tangan mass nakall, Suka ya?” jawabnya nakal.
“Aku gemes banget ngeliatnya. Masih bagus banget ya? Boleh lihat ga?” entah setan
mana yang merasukiku hingga aku berani berkata demikian.Rina Tanpa kuduga, dia pun
segera melepas tank top-nya, sehingga kali ini kulihat dengan jelas dua bukit kembar itu
bergantung dekat sekali dengan wajahku. Tanganku pun segera menangkapnya, bermainmain, serta memilin-milin lembut putingnya. Perlahan namun pasti puting kecil yang
berwarna coklat kehitaman itu pun mengeras, dan payudara yang masih ranum itu mulai
mengencang.Rina mulai gelisah, wajahnya mulai memerah
Tanpa dia sadari, dia semakin bergeser ke arah bawah dari tubuhku. Dia terkejut ketika
pantatnya menyenggol sesuatu yang sudah mengeras dari tadi. Lalu kurengkuh dia ke
dalam pelukanku, kudaratkan ciuman di bibirnya yang lembut itu. Lidahku mulai menyapu
bibirnya dan memaksa masuk ke dalam mulutnya. Kami pun saling memagut satu sama
lain. Tanganku terus bergerilya dan mulai menurunkan rok pendeknya hingga kini dia
hanya mengenakan celana dalam saja.Kami pun segera bertukar posisi, dia kubaringkan
di kasur dan segera saja kulepas celana dalamnya yang sudah mulai basah itu. Hmm, ada
aroma khas yang kucium. Rina pun membuka kedua pahanya, dan tampaklah sebuah
belahan merah dengan bibir yang masih cukup rapat berkilauan kaRina dihiasi oleh cairan
memek
Rambut kemaluannya yang baru mulai dicukur semakin membuat gairahku
bergelora.Perlahan kujilati dari luar ke dalam, sambil sesekali memberikan gigitan kecil di
luarnya. Akibat ulahku itu terkadang dia sedikit mengerang namun tertahan. Kusibakkan
bibir itu dengan lidahku dan kurasakan ada tonjolan kecil di atasnya. Kuhisap dalam-dalam
dan kumainkan dengan lidahku, sementara jariku mulai menyelinap ke dalam celah yang
sudah basah dan hangat. Jariku mulai leluasa bergerak keluar masuk kaRina liang itu
sudah licin. Ketika jariku semakin cepat dan lidahku semakin liar, Rina pun mulai
menegang dan gelisah. Sampai akhirnya dia menjerit dengan sedikit tertahan,“Aakkkkhh
Maasss Aahhhss Mmmmhhhsss Laggiiii Bentar lagii Rinaaa keluuar!!”Mendengar
permintaannya, aku pun semakin menggila, dan kemudian dia menggelinjang. Tangannya
menarik rambutku, sementara pahanya menjepit kepalaku, dan kurasakan denyut-denyut
di jariku yang ada di dalam sa
Desahannya sangat lembut sekali aku jadi semakin gila melihatnya.”Aaaakkkhhhh….
Ouuuuch….. Hufffhh… Aa’nakal……”Kurasakan semacam cairan bening dan hangat
mengalir di jariku. Tubuh Rina mulai melemas dengan nafas yang terengah-engah.
Kusodorkan jari-jemariku yang masih basah ke mulutnya. Dengan serta merta dia pun
menjilati jariku. Hal ini membuat kemaluanku semakin keras saja. Aku pun segera melepas
celana boxerku, dan menyodorkan batangku yang sudah demikian keras ke mulutnya.Rina
pun tanggap dan segera mengulum kemaluanku. Mulutnya yang mungil itu terlihat penuh
oleh batangku yang memang terbilang di atas rata-rata. Mulanya aku kasihan melihatnya,
namun sepertinya dia malah menikmatinya dan hal itu mulai membangkitkan kembali
hasrat birahinya. aku sedikit memaju mundurkan pantatku sehingga aku seperti mengentot
mulutnya. Benar-benar luar biasa sensasi yang kurasakan,“Masss, ayo buruan masukin Rinaa udah gak tahan lagi nih.” katanya memelas.Lalu kucabut penisku dari mulutnya dan
perlahan kugesekkan ke permukaan bibirnya yang memang sudah basah dari tadi. Dia
sedikit mengejang ketika bibir licin nan sensitif itu bertemu dengan kepala penisku.
Akhirnya setelah kurasa cukup licin, kumasukkan kemaluanku ke dalam liang memeknya
secara perlahan.
Awalnya dia melenguh, namun setelah beberapa kali kugerakkan tampaknya dia sudah
mulai bisa menyesuaikan. Rasanya luar biasa ketika penisku berada di dalam rongga2nya,
masih begitu ketat dan menggigit. Denyut-denyut di dinding vaginanya sangat bisa
kurasakan.“Aahhhss aahhhss Eennnakk Maass! mmmmhhh.” katanya
memelas.Gerakanku semakin lama semakin cepat, dan Rina pun semakin gelisah
kembali. Dia mulai meremas pinggulku dan menarik-narik rambutku. Tubuhnya menegang
dan menggelinjang sekali lagi. Denyut-denyut di dalam sana semakin kuat terasa dan tibatiba gerakanku terasa sangat licin. Kulihat banyak sekali cairan bening yang melumuri
batangku. Tubuh Rina kembali melemas dan lunglai. Aku pun mulai mengurangi kecepatan
gerakanku.
Kucium keningnya, bibirnya, lehernya, dan kulumat habis kedua putingnya.“Sayang
sekarang gantiian ya, Rina yang diatas.” dia meminta.Rupanya dia sudah mulai
terangsang lagi oleh cumbuanku.Kami pun segera bertukar posisi, kali ini dia berada
diatasku. Dia pun mulai mengambil posisi berjongkok di atas perutku. Secara perlahan
batangku sudah masuk di dalamnya. Rina mulai bergerak naik turun, dan sesekali
menjepit batangku di dalamnya. Gerakan itu membuatku semakin gila. Sensasi yang
dihasilkan sungguh luar biasa.“Oouugg sshhh Sshhh aahh oouughh sshhtt” desahnya
menikmati genjotanku.
“Aahhh mmmhh ennakk goyagannmu sayang” katanya memelas.
“mmmhh mmmmhh mmmmhh kontoll besaar emangg nikmattt” katanya
memelas.Gerakannya semakin lama semakin cepat. Rina pun mengenjot pantatnya naik
turun dengan kencang membuatku semakin terangsang, tangannya meremas2
payudaranya sendiri, desah2nya muncul dengan lembut.“Ahh..ahh..ahh… Aduh enak
sekali, maass Punya mass gede banget, nikmat banget ada di dalem. Owh… Rinaa
pengen keluar lagi….Ufhhh…”Tubuhnya menegang dan menggelinjang lagi untuk yang
ketiga kalinya. Setelah itu dia pun ambruk di atas dadaku dengan nafas yang terengahengah. Hasrat birahiku yang sudah semakin tinggi dan akan segera meledak seolah
memberikan kekuatan yang luar biasa. Dia hanya bisa pasrah sambil terus
mendesah,“Ahh..ahh..ahh… Ayo sayangg, keluarin di dalem aja… Rina udah ga
tahan…”Akhirnya semburan Spermmaa putih kental di dalam vaginanya. Seluruh ototku
seperti berkelojotan melepaskan semua hasrat itu. Cairan putih itu mengalir melewati
celah merah yang merekah itu dan sebagian jatuh ke kasur. Aku pun segera mengambil
tempat disisinya, kupeluk erat dirinya. Rina pun seolah tidak mau aku tinggalkan, dia
memelukku erat-erat. Kami pun berciuman dengan lembut di bibir.

.gif)