MEGA123-Namaku Steven, aku tinggal di Medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku di rumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak, namanya Icha. Kak Icha orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171 cm, kulit putih bersih, dadanya kira-kira 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari, tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku sedang pergi. Aku sendiri juga lagi malas di rumah. Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku. Jadi dirumah hanya Kak Icha sendirian yang lagi nungguin pacarnya. Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar. Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar (jalan2) sendirian. Setelah puas jalan jalan aku pun pulang. Sampai di rumah kulihat ada kendaraan pacar Kak Icha di depan rumah. “Aduh.. jagain orang pacaran nih..”, pikirku. Aku langsung masuk ke teras. Tapi aku terkejut. Kulihat Kak Icha sedang di entodin oleh pacarnya. Kubatalkan niat ku dan aku terus mengintip permainan mereka. Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut. Apalagi melihat Kak Icha yang sedang bugil dan mendesah desah. Aku memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisku. Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga. Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua. Setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra di ruang tengah. Kutegur mereka dan aku langsung masuk ke kamarku. Di kamar aku terus membayangkan Kak Icha. Selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang. Kulihat Kak Icha masuk ke kamarnya. Lalu aku duduk sendirian di ruang tengah. Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk ke kamar Kak Icha. Rupanya Kak Icha sedang ganti baju. Dia terkejut melihatku
Bergabunglah Bersama HAHACUAN Cukup Dengan Satu User ID Nikmati Beragam Game Terlengkap Disini 🔥 BONUS NEW MEMBER 200% 🔥 BONUS NEW MEMBER 100% 🔥 BONUS NEW MEMBER 125% 🔥 BONUS PG-SOFT MEMBER 50% 🔥 BONUS HARIAN MEMBER 30% 🔥 FREESPIN 50% DAN BUYSPIN 35% 🔥 BONUS TURNOVER JADI SALDO 🔥 CASHBACK SLOT 5%
Minggu, 24 Maret 2024
Ketahuan Ngentot Dengan Kakak Sendiri
“Ngapain kamu?”, tanyanya. “Tadi kakak ngapain sama cowok kakak?”, aku balik
bertanya. Dia hanya diam. “Emang kamu tahu?”, tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk.
“Jangan bilang siapa-siapa ya..!”, katanya lagi. “Oke.. tapi kakak harus mau begituan juga
sama aku!”, ujarku. “Kamu mau juga ya..”, katanya manja. Dia lalu menarikku ke tempat
tidur. Dibukanya bajunya, lalu dibukanya juga bajuku. Langsung dilumatnya penisku.
Rasanya enak sekali. Diisapnya penisku sampai kusemprotkan spermaku di dalam
mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya. Lalu dia menyuruhku menjilati vaginanya
.oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya. mmhh..
terus.. nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi vaginanya. oh.. ah.. ena..
k.. erangnya. Nafsuku naik lagi. Penisku mulai berdiri lagi. Masu.. kin aja.. pintanya. Lalu
kumasukin penisku dan memompanya.
Rasanya enak sekali, penisku dijepit oleh otot vaginanya. ahh.. terus.. sayang.. jeritnya.
Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas, dia menggoyangkan pantatnya turun naik.
Tanganku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau
keluar.. erangku. Tahann.. sayang.. ujarnya. Lalu ahh.. agh.. oh.. Kak Icha mengerang
panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot.. crot.. kusemburkan
spermaku didalam vaginanya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak
bersampingan. “Makasih kak.. betul-betul nikmat”, ujarku sambil meremas payudaranya.
“Iya.. kamu hebat juga”, katanya “Maukan kakak beginian lagi..?”, tanyaku “Kapan aja
kamu pengen”, ujarnya sambil tersenyum.
Aku langsung keluar dan masuk ke kamarku. Aku senang sekali. Aku terus minta jatah
sama Kak Icha. Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai
macam gaya. Aku juga sudah merasakan pantatnya yang montok. Waktu itu Kak Icha lagi
haid, jadi kusorong aja pantatnya. Rasanya sama-sama enak kok. Sampai pada suatu
hari, Waktu itu aku pulang kuliah, kulihat pintu kamar Kak Icha terbuka dan dia berbaring
mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu
kupeluk dan kucumbu. Ah.. jangan sekarang! ada Mama tuh! ujarnya. Tapi aku tak peduli
dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati
payudaranya. Kak Icha mendesah. Lalu dia bangkit, menimpaku sambil berbalik. Kami
melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya penisku. Aku pun menjilati vaginanya
sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat, tiba-tiba pintu kamar dibuka. Kami sangat
terkejut. Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum. Mama masuk dan
menutup pintu. Muka Mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan Kak Icha
hanya bisa terdiam. Matanya menatap kami tajam. “Maafin kami ma!, ini salah Steven.
Steven yang ngajak Kak Icha. Soalnya Steven lagi terangsang! ujarku.
“Kenapa harus Kak Icha?”, tanya mamaku. “Daripada dengan PSK lebih baik dengan aku,
Ma!” sambung Kak Icha “Lagi pula aku juga mau kok”, ujar Kak Icha membelaku.
“Terserah Mama mau marah, kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus
disalurkan”, ujarku. Mamaku terdiam sejenak “Ya.., udah terserah kalian. Tapi perbuatan
kalian jangan sampai ketahuan papa!”, ujarnya. “Satu hal lagi Steven, jangan sampai Kak Icha hamil”, katanya sambil menatapku. “Ya..udah sebagai hukumannya mama mau lihat
bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu”, ujarnya lagi. Aku dan Kak Icha
saling pandang. Lalu kami melanjutkan permainan kami. Aku mulai merangsang Kak Icha
lagi. Kujilati payudaranya. Lalu kujilati vaginanya. Ah..sst.. mmh.. desahnya. Tanpa lama2
kumasukkan penisku ke liang vaginanya dan kugoyang. Akkh..ohh..ngghh..ah..
ah..desahnya. Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhh..ahh ..akhhkhh.., jeritnya
panjang. Kurasakan Kak Icha sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku. ck
.ckk.. ck..suara kocokan penisku di vaginanya yang sudah basah bercampur cairan
orgasmenya. “Mau keluar nih..”, jeritku “dimulutku aja!”, ujarnya sambil menahan sodokan
penisku, kucabut penisku. Kak Icha langsung menggenggam penisku dan mengocoknya
dalam mulutnya. Crott.. crot..crot..crot kusemburkan spermaku ke mulutnya sebanyak 8
kali. Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan
ditelannya semua. Aku terbaring puas, dan Kak Icha menjilati penisku untuk
membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya. Lalu mama pergi
keluar dari kamar. Aku dan Kak Icha hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas
melakukannya di rumah, walaupun mama mengetahuinya
Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk ke kamarku. Di
kamar aku masih memikirkan kejadian tadi. “Mama tidak melarang aku ngeseks dengan
kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan mama”, pikirku. Lagian body mama
masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitness. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih
oke. Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini.
Kuputuskan, aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri. IchaLalu aku
keluar dan masuk kekamar mamaku. Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat
pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil
menelan ludah aku naik ke tempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari
belakang dan kugesek penisku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun “Ngapain
kamu, Steven?”, tanyanya. “Pengen ngeseks sama mama”, jawabku manja.
Aku langsung memeluk dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kubuka kimononya. Wow
..mama tidak pakai BH dan CD. Payudaranya besar (lebih besar daripada punya Kak Icha.
Kak Icha aja 36B) dan masih kencang. Vaginanya merah merekah. Pantas papa sayang
terus sama mama. Aku langsung meremas payudaranya, menjilatinya dan menggigitnya.
Mama hanya mendesah kecil. “Jilatin anu mama ya.. kayak Kak Icha tadi..”, pintanya
sambil meraba vaginanya. Aku lalu menjilati vagina mama sambil memainkan klitorisnya
dengan gigi dan lidahku. Ahh..terus.. sayang.. okh.. e. na. k..desah mama. Kepalaku
dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya. Agar aku terus menjilati
vaginanya. 10 menit lidahku menari di vagina mamaku dan akhirnya mamaku orgasme
juga. Kurasakan cairan hangat di lidahku. Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang.
Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan kepenisku. Lalu dikulumnya penisku
dengan nikmat. ohh..rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak
daripada Kak Icha. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Mama mengulum semua
penisku berserta buah zakarku. Yang paling sensasional kurasakan saat mama mengocok
penisku sambil menjilati lubang duburku. Wow benar2 asyik dan nikmat. Aku sampai
merinding kenikmatan. Sekitar 10 menitan kusemprotkan spermaku di depan wajah
mamaku. Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. “Wah.. benarbenar nikmat ma..”, ujarku. “Mama jago istong (isap totong)”, pujiku “Kamu juga jago
jilatannya, mama sampe merinding”, ujarnya “Papa kalo jilat kurang nikmat, lagian papa
jarang mau jilat”, ujarnya lagi “Gimana, mau dilanjutkan?”, tanya mamaku “Iya dong..aku
kan mau ngerasain anunya mama!”, ujarku sambil melihat vaginanya. “Mama juga mau
ngerasain sodokan penismu!”, jawabnya manja. Lalu mama mengajakku ke kamar mandi,
untuk membersihkan vaginanya dan penisku. Kuhidupkan air di bathtub setinggi mata kaki.
Kami berdua masuk dan kucumbu Mama, kucium bibirnya dan kuremas-remas
payudaranya. Kami berdua sangat bernafsu, terutama aku. Padahal aku sudah main
sebelumnya dengan Kak Icha. Aku sudah nggak tahan untuk memasukkan penisku ke
vagina mama. Kutusukkan penisku dan bless.. amblas semuanya terbenam. Kurasakan
jepitan liang memek mama yang masih kuat. Kupompa penisku menghujam vagina mama.
Kaki mama menjepit sisi bathtub. Ohh..yeahh.. ahh.. jerit mama. Sekitar 3 menit mama
minta ganti posisi menyamping dengan posisi kaki belipat ke arah samping dan aku
menggoyang dari atas menyodok vagina mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu
mama minta doggy style.
Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub. Kusodok vagina
mama dari belakang. Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok
beradu dengan pangkal pahaku. Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang
perlahan, meremas payudaranya. “Ma..masukin ke lubang anus ya..”, bisikku “Pelan2
mama belum pernah ..”, jawabnya. Kucabut penisku dan kumasukkan pelan pelan ke
lubang anus mamaku. Mamaku merintih kecil menahan sakit. Lubang anus mama
memang belum pernah dijamah. Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil
tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang. Oh.. ahhk.. oh.. nikmat.. mama
mendesah. Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya
kuangkat dan ku letakkan di wastafel. Kumasukkan penisku lagi dan kugoyang lagi. sekitar
1 menit, kuangkat Mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi. Kakinya mengangkang dan
aku mulai menggenjotnya lagi. Shh.. ohh.. akhh.. mama terus menjerit merasakan
nikmatnya. Dan ohh.. ahh.. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati
orgasmenya. Aku terus bergoyang. Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan
spermaku di dalam rahim mama tempat aku dikandung dulu. Aku benar-benar puas. Aku
mencium mama. “Makasih ma.. permainan Mama sangat hebat”, pujiku “Mama mau
kan..ngeseks sama Steven lagi..?”, tanyaku. Mamaku tersenyum dan mengangguk “Asal..
jangan ketahuan Papa ya..!”, katanya. Aku cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama
dalam bathtub. Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya, aku bangun pukul 7 pagi dan
bersiap mandi. Kulihat Papa dan Kak Icha sedang sarapan, sedangkan Mama sedang di
dapur. Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. “Aduh.. kamu nakal ya..”, ujarnya.
Kubuka celanaku dan ku keluarkan penisku yang tegang. Kugesekkan ke pantat Mamaku.
“Ma..ayo.. dong..”, bujukku “Gak.. ah..ntar dilihat papa!”, tolaknya “Please..”, rayuku “Isap
aja ya..”, tawar mamaku “Ya.., deh..!”, sahutku lalu Mama jongkok dan mengisap penisku.
Mataku merem melek menahan nikmatnya. Sampai ku semburkan lahar hangat kemulut
mama. Lalu aku mandi dan berangkat kuliah. Di kampus aku rasanya pengen cepat
pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah. Kupanggil Kak Icha dan Mama kekamarku.
“Gimana.. kalo kita main bertiga”, usulku “Hah..!!”, jawab Mama dan Kak Icha serentak.
“Aduh.. nih..anak.. nafsu amat ya..”, ujar Mamaku “Kayaknya asyik juga tuh.”, sahut Kak
Icha. Kak Icha langsung membuka bajunya. Dan menimpaku. Bibirku dilumatnya sambil
tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung.
Mama langsung menghisap penisku sambil menjilatinya. Sedangkan aku menjilati vagina
Kak Icha. Lalu kusuruh Mama tidur telentang sambil mengangkang. Kujilati vagina Mama
dan Kak Icha menjilati dan meremas remas payudara Mama. Ssst.. enaak.. ahh.. erang
mama. Lalu gantian, kujilati vagina Kak Icha dan Mama menjilati payudara Kak Icha. Aku
mulai memasukkan penisku ke vagina Kak Icha dan memompanya. Sedangkan Mama
menjilati payudara Kak Icha sambil menggosok2 vaginanya sendiri. Aaahh..ohh.. oh.. Kak
Icha menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur. Kupercepat
goyanganku. Aku harus membuat Kak Icha orgasme terlebih dahulu. Beberapa saat
kemudian Kak Icha mengerang puas ah. a. h.. ah. ah. ah. ahh.. ha.. sambil nafasnya agak
tersengal. Penisku terasa dijepit otot vagina Kak Icha yang yang berkontraksi. Kucabut
penisku dan kutarik Mamaku. Lalu kumasukkan penisku ke liang surganya dan kugoyang.
Mamaku hanya mendesah kecil. Aku menikmati goyanganku. Aku lalu membalikkan tubuh
Mama keatas
Mama bergoyang bagai menaiki kuda.Tanganku meremas-remas pantat Mama dan
membantunya turun naik. Ooo.. ahh.. yehh.. erang mama sambil memejamkan matanya.
Payudaranya bergantung dan bergoyang. Ohh..ahh.. kudengar erangan mamaku sambil
memejamkan mata dan menahan ludah. Kurasakan Mama sudah orgasme. Kupeluk
Mama dan kubalikkan badannya. Kak Icha langsung mendekat dan menjilati payudara
Mama. Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi Mama telentang. Sekitar
dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak. Langsung kucabut penisku dan
kusemburkan ke mulut Kak Icha dan Mama. Mereka berebutan. Spermaku muncrat ke
wajah mereka berdua. Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan Kak Icha saling menjilati
spermaku yang muncrat ke wajah mereka. Setelah 10 menit Kak Icha keluar dari kamarku.
Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan Mamaku. Dan ku akhiri dengan semburan
sperma di dalam lubang anusnya. Setelah itu Mama keluar dan mandi. Sekarang aku
benar-benar betah berada di rumah, kapan saja ada saja yang melayaniku (Mama dan
Kak Icha). Hampir tiap pagi aku mendapat jatah sepong dari Mama. Tapi semua sudah
kuatur. Kalo siang aku mainnya sama Mama, dan kalo malam malam lagi pengen, aku
mainnya sama Kak Icha. Tapi kadang nggak tentu juga, yang mana aja. Kalo Papa nggak
ada kami main bertiga. Apalagi kalo Papa keluar kota kami makin bebas tidur bersama.
Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani Mama dan Kak Icha`.
Kejadian ini membuatku betah di rumah. Home Sweet Home.

.gif)