
.gif)
MEGA123-cerita seks panas ini adalah cerita dewasa Rizal nama panggilanku, nama lengkap Rizal
Alfauzi, di web dewasa ini aku akan menuliskan cerita sex mesumku yang bisa dibilang
Freak, dan bahkan terkesan nekat. Aku memulai petualangan sexs-ku bertawal dari ketika
aku mendapatkan teman yang bernama Arif, dia adalah teman satu jurusanku yang bisa
dibilang memiliki wajah tampan dan dan bertubuh proposional. Kalau dilihat secara fisik
Arif ini memang tipe laki-laki idaman para wanita. Arif ini sangat berbeda sekali dengaku,
kalu berbicara tentang fisik aku seorang laki-laki yang biasa-biasa saja, namun aku
mempunyai kelebihan dalam hal life style. Aku tipe laki-laki yang selalu menjaga
penampilan, aku bisa seperti itu karena orang tuaku cukup kaya. Sehingga untuk masalah
life style, uang jajan, dan fasilitas kendaraan aku lebih unggul dari Roni. Walaupun kami
berbeda, namun kami bersahabat baik, dari atar belakang kami maka jadilah kami duo
playboy, hhe. Yang namanya Playboy/ player pastinya kami sering berganti-ganti
pasangan, dan tentunya hampir semua mantan kami pernah kami setubuhi. Sampai pada
suatu hari, kami-pun agak bosan dengan tipe cewek yang binal dan matre karean terlalu
mudah untuk kami tiduri/setubuhi, pada akhrinya kamipun mencari pasangan yang
berhijab.Untuk mendaatkan pacar berhijab saat itu kami-pun tidak mendapatkan kesulitan,
namun seiring berjalanya waktu gairah sex kami-pun timbul kembali. Yah, namanya lelaki
pastinya ingin merasakan barang barunya, hhe, pada saat itu kami berdua mencoba untuk
merayu dan mengajak pacar kami yang berhijab untuk bersetubuh, huh… namun apa
hasilnya ? Alhasil kami serempak diputuskan doleh pcar kami yang berhijab tadi, hha.
Namun yasudahlah namanya juga wanita berhijab, pastilah mereka menjaga auratnya.
Singkat cerita selang 2 minggu kami diputuskan oleh pacar kami, maka mu culah
pemikiran untuk melakukan perkosaan kepada wanita berhijab, namun misi ini harus
berakhir berakhir dengan kepuasan dari si korban agar kami tidak terjerat undang-undang
asusila. Hemm… Saat itu kami berfikir keras, apa bisa ya misi kami ini berhasil. Hari demi
hari kami memikirkan rencana itu dengan serius, sampai pada akhirnya kamipun
menemukan cara itu namun dengan syarat korban harus harus wanita yang kami kenal,
kedua korban harus tidak perawan lagi, karena kehilangan keperawanan akan
menimbulkan trauma pada korban dan yang ketiga, kami harus mempersiapkan peralatan
yang lengkap. Peralatan itu seperti dari tali untuk mengikat korban, plester untuk menutup
mulut, obat perangsang wanita, dan bahkan obat bius, hhe. Jauh-jauh hari kami sudah
mempersiapkannya, pada akhirnya setelah kami merasa rencana kami sudah matang,
maka kamipun melakukan seleksi korban, dan pada akhrinya kami menemukan calon
korban itu. Sebut saja namanya Ibu Indah, dia adalah wanita berhijab yang sudah dan
memupyai 2 anak. Namun suaminya memiliki istri muda, jadi jika kami memilih bu indah
sebagai calon korban adalah hal yang tepat, karena dimanapun tempatnya istri tua pasti
jarang dibelai, hhe. Bu Indah ini mempunyai beberapa kamar kost yang di khusukan untuk
kost putri Beliau jika kami tafsirkan usianya sekitar 37 tahun, walaupun bu Indah ini
berhijab namun dia Nampak sangat cantik dan menarik sekali. Bu Ini berhijab dengan ala
masa kini, berhijab namun ketat, so wo man.
Dari balik pakain hijabnya kami dapat melihat keindahan payudara dan pantatnya yang
semok sekali. Hasil dari penafsiran kami, ukuran bra-nya jika dilihat dari balik pakaian
hijabnya kira-kira berukuran 36B. Seperti kami bilang tadi korban harus mengenal kami,
nah Bu Indah ini cukup mengenal kami karena memang kami sering main ke tempat kos.
Bu Indah untuk urusan mengencani anak kost yang tinggal dikost milik Bu Indah. Jika
berbicara tentang wajah, wanita yang terbilang sudah matang ini sanagtlah pas dengan
namanya, karena wajahnya dan tubuhnya sangat indah jika dipandang, apalagi kalau bisa
dirasakan,hahahha. Tak jarang mata kami jelalatan ketika melihat pantat semoknya dan
payudara yang tertutup oleh baju hijab ketatnya model masa kini. Sungguh egois sekali
suami bu Indah ini, sudah mempunyai istri cantik dan bohay seperti ini, masoh saja
mencari istri muda, dan heranya bu indah kog bisa mau yah, entahlah. Suami Bu Indah ini
memeberikan kompensasi kepada Bu Indah sebuah kost-kostan yang mEughhhasilkan
rupiah yang cukup lumayan bahkan kalau saya hitung-hitung lebih dari cukup. Oh iya
anak bu Indah yang pertama berumur 14 tahun, dan anak yang kedua baru berusia 10
tahun, anak pertama SMP dan yang kedua baru sekolah SD. Singkat cerita pada hari itu
dengan rencana yang matang dan peralatan yang lengkap di dalam tas ransel, kami-pun
mendatangi kost milik Bu Indah pada sekitar pukul 09.30 pagi. Pagi itu terlihat suasana
kost sudah sepi, karena semua pEughhhuni kost sudah berangkat kuliah dan kedua
anaknya juga sedang sekolah. Karena pada saat itu kami melihat kondisi kost kondusif,
kemudian kami-pun langsung memasuki rumah Bu Indah yang letak rumahnya jadi satu
dengan kost-nya, setelah masuk kamipun menyapa, “ Permisi Bu Indah, selamat pagi, ”
ucap sapa ramah kami.
Pada saat itu kebetulan sekali Bu Indah sedang bersih-bersih dan membereskan ruang
tamunya. Terlihat saat itu Bu Indah memakai kaos lengan panjang yang cukup ketat untuk
ukuran baju muslim, dibalik baju mjslim ketatnya terlihat montok sekali guest teteknya,
wow… gede dan kencang sekali kawan. Mendengar sapaan kami Bu indah-pun
menyambut kami, “ Eh… ada Arif dan Rizal, kok tumben kalian datangnya pagi-pagi
sekali, emangnya pagi-pagi gini kaalian mau ngapelin siapa ? perasaan jam segini anakanak pada kuliah deh, ” ucap Bu Indah. Dengan senyum ramah dan manis bu indah-pun
menyambut kami, “ Bener juga yah Bu, pantesan sepi banget ini kostnya. Terus kita mau
ngapain yah bu kesini, padahal kami sudah bawa pizza nih buwat para cewek, hhe… ”
ucapku mulai memancing Bu indah. “ Wah sayang banget dong Pizza-nya kalau gitu, ”
kata Bu Indah sambil terus membereskan furniture di ruang tamunya. Pada saat itu posisi
Bu Indah agak membelakangi kami sehingga pantat semok dibalik rok panjangnya terlihat
bergerak-gerak yang membuat jantung kami semakin berebar-debar saja, lalu, “ Daripada
mubazir, gimana Pizza-nya kita makan sama-sama aja Bu, mau nggak Bu ?, ” ajakku. “
Beneran nih, kalau kalian memaksa sih Ibu nggak bakalan nolak, hhe…, ” ucapnya
dengan candanya dengan renyah. Hemm… Seandainya saja Bu Indah tahu maksud
kedatangan kami, “ Yaudah Bu silahkan saja dimakan Bu, lagian kalau kami berdua yang
makan pastilah tidak akan habis, hhe…, ” sahut Arif sembari membuka kardus pizza yang
masih panas itu. Kemudian Bu Indah tanpa rasa sungkan-pun mulai nimbrung dengan
kami dan bersama-sama dengan kami menikmati pizza yang lezat itu, “ Oh iya bu, kami
kog lupa beli minuman yah Bu, ” ucapku. “ Udah kalian tenang aja, ngomong-ngo
ngomong kalian mau minum apa?, ” ucap Bu Indah menawarkan minum pada kami. “
Eummm, apa yah, kalau boleh kami pinginya minum susu Murni Bu, hhe… ” ucap Arif
memancing lagi. “ Wah, Susu murni kaya’nya ibu nggk punya deh, gimana kalau kopi aja
?, ” ucapnya menawarkan minuman lain dengan polosnya. Ternyata Bu Indah benarbenar tidak tahu maksud kami, padahal susu yang kami maksud adalag susu murni dari
payudara Bu Irma, hha… Saat itu kamu seakan sudah tak sabar ingin segera meremas
payudara yang besar dan kencang itu,
“ Wah, masa sih Ibu Indah enggak punya susu ?, ” canda Arif dengan melirik Payudara Bu
Indah. “ Hemmm… dasar kamu Rif, ngeres aja fikiranya… Husss… husss jangan gitu
nggak baik !!!, ” kata Bu Indah ternyata mulai sadar kalau kami memandangi payudaranya dengan penuh nafsu. Lanjutnya lagi, “ yasudah kalian tunggu sebentar yah, biar Ibu
buwatkan kalian kopi, ” ucapnya mengalihkan pembicaraan. Seakan-alan Bu Indah
mencoba untuk tidak meladeni canda’an kami yang mulai menjurus dan berjalan ke dapur
denga lenggokan pantatnya yang semok. Kami segera bangkit mengikuti Ibu montok itu.
Tugas Arif adalah memegang Bu Indah supaya dia tidak bisa berontak, sementara aku
akan menutup hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang ada obat biusnya. Obat
bius yang kami berikan kepada Bu Indah mempunyai dosis rendah, jadi jika digunakan
hanya akan akan membuat korban sedikit lemas, tapi tetap sadar. Saat itu kami melihat Bu
Indah sedang membuat racikan kopi di dapur. Pantatnya yang semok membelakangi kami
dan dengan segera kami mengepungnya dari kanan dan kiri, “ Maaf Bu, kami maunya
susu, boleh kan, ” pinta Arif dengan pandangan yang semakin nakal ke arah payudaranya. “ Iya Bu, kami minta baik-baik…, ” sahutku beriringan. Bu Indah mulai nampak panik
melihat wajah mesum kami. “ Gila kalian…, ” seru Bu Indah mulai meninggi. Melihat cara
baik-baik tampaknya gagal, Arif dengan tubuh atletisnya itu segera mendekap Bu Indah dari belakang, “ Jangan ngelawan dong Bu…, ” kata Arif. “ Apa-apaan nih, kalian tidak
waras yah !!!, ” ucap Bu Indah mencoba memberontak. Namun percuma saja Bu Indah
berontak, karena Arif lebih kuat daripada Bu indah. Saat itu aku-pun segera bertindak
cepat dengan sapu tangan yang ada obat biusnya, alhasil dalam sekejap Bu Indah terlihat
langsung pusing dan lemas.
Aku segera menutup mulutnya dengan kain, “ Beres bro, udah enggak bisa berontak nih,
ayo bawa ke tempat tidur…, ” ucap Arif. Kami membopong tubuh semok Bu Indah yang
lemas itu ke kamar tidurnya dan sebagai langkah awal, aku bertugas memangku Bu Indah
dan Arif bertugas memberikan foreplay buat Bu Indah. Wajah Bu Indah semakin pucat
karena takut, dan terlihat air matanya meleleh dari matanya, “ Tenang Bu, kami berikan
yang terbaik kok,so Bu Indah enjoy aja yah !!!” bisikku di telinganya. Arif dengan penuh
percaya diri membuka baju dan celananya sehingga tubuh atletisnya hanya dibungkus
celana kolor yang tak mampu menyembunyikan kebesaran kontol-nya. Bu Indah berusaha
menendang Arif dikala Arid akan menyingkap rok panjangnya, namun tenaganya sangat
kecil bahkan nyaris tak ada. Kini kami menikmati pemandangan kedua paha Bu Indah
yang montok, putih dan mulus, “ Keren coy…” ujar Arif kagum pada pamandangan indah
itu. “ Yo’i…” aku membenarkan, ”terus ke atas dong, ”. “ Sabar…perlahan biar Bu Indah
menikmati, ” kilah Arif. Arif membelai paha Bu Indah dengan lembut dan sekali-kali
menciumnya sambil tangannya terus menyingkap rok panjang hingga terlihat daerah
selangkangan dengan celana dalam warna hitam yang kontras dengan kulit putih
pahanya, “ Wow, kayaknya lebat sekali nih bro kayak hutan belantara, hahaha…, ” ucap
Arif seraya membelai rambut-rambut kewanitaan Bu Indah yang tumbuh melewati batas
celana dalam. Bu Indah masih mencoba meronta, namun tetap tak bertenaga
Akhirnya ia hanya membuang muka dan memejamkan matanya. Dengan nakal Arif mulai
menciumi selangkangan Bu Indah, suaranya berdecup keras, apalagi disaat ia mencium
tepat di bagian memek Bu Indah yang masih tertutup celana dalam, “ Buka dong Rif
celana dalamanya, udanh sangek banget nih gue !!, ” ucapku kepada Arif. Arif menuruti
kemauanku. Dengan perlahan ia memeloroti celana dalam hitam milik Bu Indah sehingga
kini gundukan bukit kemaluannya tampak jelas dengan rambut liar yang menutupi
keindahan liang senggama-nya, “ Tukan bener bro, gondrong jembut-nya…” ujar Arif. “
Yah… maklum jarang dipake Ron…” aku menimpali. “ Bener-bener nih yang punya
barang kayak gini dianggurin, kalau gue yang punya pasti gue embat terus tiap hari, ” kata
Arif. Dengan lembut dan profesional, Arif menyibak rambut kemaluan Bu Indah sehingga
ia menemukan bibir vagina yang merekah, “ Eh… udah agak basah nih…” ujar Arif. “
Wah… dari tadi kan kami sudah bilang Bu, jangan ngelawan, pasti enak kok…” candaku.
Bu Indah masih memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya. Dia masih berupaya
mengingkari bahwa ternyata dia terangsang oleh kami. Arif memulai jurus-jurus foreplay
dengan membasahi jarinya denga jelly pelumas dan kemudian membelai-belai labium
mayora Bu Indah, dan tentu saja tak ketinggalan Itil-nya. Saat itu pada bagian Itil, Arif
dengan penuh nafsu menjulurkan lidahnya dan memainkannya Tubuh Bu Indah sontak
terasa menggeliat, “ Tuh kan, enak kan Bu…” ucapku. Melihat reaksi Bu Indah yang menggelinjang, Arif semakin terbakar nafsu, ia melumat habis kemaluan Bu Indah dengan
mulut dan lidahnya.
Aku yang melihat juga semakin berahi. Tubuh Bu Indah semakin terasa menggelinjang,
dan lambat laun wajahnya tak lagi berpaling. Ia mulai menatap Arif yang tengah mengerjai
kemaluannya yang sudah lama nganggur itu. Menurutku mungkin baru pertama kali dia
dioral seperti itu. Arif memang dahsyat, lidahnya menjalar-jalar dari perbatasan anus dan
vagina hingga ujung Itil dan sekali-kali ia mengulum Itil Bu Indah. Wanita mana yang bisa
tahan kalau Itil-nya dikulum seperti itu. Mata Bu Indah yang tadi basah oleh air mata kini
menatap penuh harap pada Arif. “ Ibu… mau saya buka tutup mulutnya enggak? Tapi
jangan teriak ya…” aku menawari Bu Indah dan wanita itu terlihat mengangguk. Aku pun
membuka kain penutup mulutnya. “ Kalian gila…, ” seru Bu Indah. Tapi intonasinya sudah
berbeda dengan seruan pada awal sebelumnya. Kini ia seperti meracau antara kalut dan
nikmat, “ Eughhh… Oughhh… , ” Bu Indah semakin tak malu mengeluarkan lenguhan
erotisnya disaat Arif memainkan jarinya di dalam liang kewanitaanya. Aku yang dari tadi
Cuma jadi penonton mulai beraksi. Dengan lihai tanganku menarik kaos Bu Indah hingga
payudara-nya yang terbungkus BH hitam menunjukkan kebesarannya, “ Buset, gede
banget coy, ini mah semangka namanya, ” seruku takjub. Payudara Bu Indah memang
besar dan tampak masih kencang. Dengan tak sabar aku mencopot pengait BH-nya
sehingga buah besar yang montok itu menggelantung menantang. Aku segera meremasremas dan memilin puting susunya yang juga besar itu, “ Eughhh… kalian memang
kurang ajar…” racau Bu Indah yang semakin terbakar birahi. Terlihat pada saat itu wajah
manisnya sudah terlihat mesum dan tak ada lagi air mata yang mengalir bahkan mulutnya
setengah terbuka seakan minta dicium. Akupun menyosornya dan ternyata memang
benar, wanita berjilbab putih itu membalas ciumanku. Akupun melumat bibirnya yang seksi
itu sambil terus meremas-remas payudara-nya. Sementara di bawah, Arif terus bergerilya.
Dan hasilnya tentu saja satu kosong, Bu Indah tak mampu lagi menahan orgasme-nya, “
Eughhh… gila… Ssssshhhh… Aughhhhh…, ” tubuhnya mengelinjang hebat..
Pengaruh obat bius sudah semakin berkurang sehingga gelinjangannya semakin terasa.
Ibu dua anak itu melenguh cukup keras dan panjang tatkana orgasme menjemputnya.
Wajah Arif terjepit dua paha mulusnya sementara bibirku nyaris tergigit oleh bibir Ibu
montok yang sedang meraih kenikmatan duniawi itu, “ Wow… asyik kan Bu…” seruku. “
Kini giliran kami ya Bu…” ujar Arif tak sabar. Kini Arif mulai melucuti celana dalamya dan
dengan segera menempelkan ujung kontol-nya di bibir kewanitaan Bu Indah, “ Eh… pake
kondom dong Rif…” seruku. “ Buset… hampir lupa gua…, ” ucapnya. Kemudian Arif
mengurungkan niatnya untuk mEughhhunjamkan kontol-nya dan segera mencari kondom
di dalam tas dan kemudian memakainya. Setelah terbungkus kondom batang kejantanannya, kini dia-pun segera menempelkan kontol-nya kembali ke bibir kemaluan Bu Indah
yang montok dan perlahan-lahan memasukinya. Aku melihat wajah Bu Indah semakin
mesum saja. Aku menciumnya lagi dan ia juga membalasnya. Ronde kedua dimulai. Aku
berciuman dengan Bu Indah sambil terus meremas-remas toketnya yang montok
sementara Arif asyik menggenjot memek-nya. Sampai akhirnya terdengar lenguhan Arif
tanda dia melepas orgasme-nya, “ Hmm… istirahat dulu ya bu…” ajakku membaringkn
tubuh Bu Indah di atas tempat tidur. Tubuh montok itu masih terbungkus rok panjang dan
kaos yang tersingkap, bahkan jilbabnya masih dikenakannya. Aku mengambil botol aqua
dari dalam tas dan menyodorkannya pada Bu Indah. Dia menerima dan mengguk airnya,
Sementara aku merobek tissue vagina yang juga sudah kusiapkan, pokoknya lengkap
peralatan kami guest. Aku bersihkan memek-nya dengan tissue yang harum itu sehingga
tak ada lagi bekas-bekas penjajahan Arif.
Setelah aku rasa cukup bersih kini giliranku memberikan oral seks pada Bu Indah. Wanita
itu mulai terangsang lagi. Kini ia semakin tak malu-malu. Tanggannya membelai-belai
rambutku dan sekali-kali menariknya disaat dia merasa terangsang hebat. Aku semakin
kalap dan melahap vagina ibu beranak dua itu. Sampai akhirnya aku rasa sudah cukup
waktunya untuk melakukan penetrasi, “ Bu kita ML pakai gaya doggy style yah !!!, ”
pintaku. “ Gaya Apaan tuh?, ” tanya lugu. “ Itu loh bu, jadi ibu nungging, terus ibu di entot
dari belakang, ” ucap Arif menjelaskan ketika dia beristirahat setalah mendapatkan
orgasme-nya. Bu Indah menurut, dia kemudian bangkit dari tempat tidur, turun ke lantai
dan menungging di tepi tempat tidur. Wow… pantat semoknya membuat aku semakin tak
sabar menikmati permainan inti. Aku pun menempelkan selangkanganku di pantatnya,
empuk sekali. Dengan tak sabar aku menyodokkan kontol yang sudah berbalut kondom ke
dalam memek-nya. Agak mudah memang, maklum habis dipakai Arif, namun tetap
nikmat. Aku menggenjotnya dengan irama perlahan seakan membelai dinding-dinding
memek-nya. Bu Indah tampaknya sangat menikmati permainanku. Pantat semoknya
bergoyang-goyang mengikuti irama sodokanku. Sampai akhir aku merasa otot memek-nya
mulai mengeras tanda dia sudah hampir orgasme.
Aku mempercepat tempo permainan dan akhirnya kami bisa meraih orgasme bersamasama. Bu Indah menggelepar di atas tempat tidur. Diaa pasti tak habis pikir, dalam
hidupnya dia bisa merasakan di gilir seperti ini. Biasanya suaminya yang menggilir dia dan
istri mudanya, kini dia yang merasakan dua kontol sekaligus dari 2 lelaki muda
perkasa,hhe… “ Bu, ibu enggak marah kan?, ” tanyaku. Bu Indah tak menjawab, namun
saat itu dia menatap kami dengan wajah penuh terima kasih, “ Kalian… kalian kurang
ajar…, ” serunya. “ Tapi enak kan Bu, ” canda Arif yang sudah berpakaian kembali. “ Iya
sih, Enak banget, ” ucap Bu Indah dengan senyum puas. “ hhe.. berarti lain kali boleh
dong kita dateng lagi Bu ?, ” tanyaku. “ Dasar kalian pemuda gila, bener-bener maniak
sexs kalian yah, ” ucap Bu Indah. Dari nada biacaranya tadi, terdengar jelas bahwa dia
mau jika kami setubuhi lagi. Setelah berkata seperti itu Bu Indah-pun berjalan menuju
kamar mandi untuk membersikah diri dari. Singkat cerita setelah 1minggu kemudian, kami
datang lagi ke rumahnya, dan Bu Indah sudah siap untuk kami setubuhi lagi. Setelah
kejadian itu justru Bu Indah yang terlebih dahulu menghubungi kami, baik lewat telefon
maupun sms untuk meminta jatah kepada kami Dasar ibu-ibu berhijab 2 anak doyan sex,
hha. END