
MEGA123-Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir, yang entah bagaimana
ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor kantorku.Siang itu disaat aku hendak
makan siang tiba-tiba telepon lineku berbunyi dan ternyata operator memberitau saya
kalau ada telepon dari seorag wanita yang engak mau menyebutkan namanya dan setelah
kau angkat.“Hallo, selamat siang joko,” suara wanita yang sangat manja terdengar. “Helo
juga, siapa ya ini?” tanyaku serius. “Namaku Karina,” kata wanita tersebut mengenalkan
diri. “Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?” tanyaku menyelidiki.
“Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,” jelasnya. “Ooo… Yanti,”
kataku datar.Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu. Yanti
adalah seorang wanita karir yang juga ‘mewarnai’ kehidupan sex aku.“Gimana kabarnya
Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?” tanyaku. “Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya,
dia titip salam kangen sama kamu,” jelas Karina.Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol
layaknya orang sudah kenal lama. Suara Karina yang lembut dan manja, membuat aku
menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan
bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.“Hallo… Joko, kamu masih disitu?”
tanya Karina. “Iya… Iya Mbak… ” kataku gugup
“Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaa?” tanyanya menggodaku. “Nggak kok, malahan
mikirin Mbak Karina tuh,” celetukku. “Masa sih… Aku jadi GR deh” dengan nada yang
sangat menggoda. “Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?” tanya Karina. “Boleh
aja Mbak… Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu,” jawabanku semangat “Oke
deh, kita ketemuan dimana nih?” tanyanya semangat. “Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut
aja?” jawabku pasrah. “Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa
senayan,” katanya. “Oke, sampai nanti joko… Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil
berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.Aku segera meluncur ke kantin
untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana
wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun
langsung segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.Tanpa terasa waktu
sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor dan aku segera meluncur
ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan diri
setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya
dikantin karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan, kan
aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu.Tiba di Plasa Senayan, aku segera
memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera
menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera mengambil tempat
duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea pertokaan
tersebut.Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang
wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur
sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih dan juga cantik, membuat aku tertegun,
nataku yang nakal, berusaha menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat
menggiurkan apa lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang,
ditambah dengan belahan pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok mininya,
membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku
lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat
merasakan tubuhnya yang indah itu.Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat
dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk
semeja dengan aku.“Maaf apakah kamu Joko?” tanyanya sambil menatapku.
“Iy… Iyaa… Kamu pasti Karina,” tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan
tanganku.Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa
mendesr ketika tangannya yang lembut dan juga halus meremas tangaku dengan penuh
perasaan.“Silahkan duduk Karina,” kataku sambil menarik satu kursi di depanku. “Terima
kasih,” kata Karina sambil tersenyum. “Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung
kesini aja sih?” tanyaku. “Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,”
jelasnya. “Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?” kataku
sambil tersenyum.Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan,
kadang-kadang kami berdua saling bercanda, saling menggoda dan sesekali bicara yang
‘menyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya
yang semakin matang.Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah
seorang wanita yang sedang bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.“Karin, kamu kenal Yanti dimana?” tanyaku.Yanti
adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online bersama. Dan kami terbuka
satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex
sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.“Emangnya Yanti
menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,” tanyaku penuh penasaran. “Dia
menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu
kamu sebelumnya,” Jawabnya penuh pengertian. “Ooo, begitu… ” kataku sambil manggutmanggut. “Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4 hari,
sampai urusan kantorku selesai,” jelasnya tanpa aku tanya. “Sebenarnya tadi Yanti juga
mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok
harinya dia bisa dateng,” jelasnya kembali.
Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?” tanyaku penasaran. “Kebetulan sama
kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H… “jelasnya. “Mmm, emangnya Mbak
sama siapa sih?” tanyaku menyelidik. “Ya sendirilah, Joko… Makanya saat itu aku tanya
Yanti,” katanya “Tanya apa?” tanyaku mengejar. “Apakah punya teman yang bisa
menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya. “Dan dari situlah aku tahu nomor telepon
kamu,” lanjutnya.Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat
sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mulai larut malam. Dan toko pun
sudah mulai tutup.“Jok… Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?” tanyanya. “Boleh,
masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian,” kataku.Setelah obrolan
singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke hotel H… Yang tidak
jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk naik
ke lantai 5, dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk
sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika
berjalan dibelakangnya.Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang
sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya.
Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak sendiri. Karina pun
memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga sex yang berbadan tinggi dan
juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b) sedangkan yang
mempunyai badan yang teramat sexy ini dan juga berpayudara yang sama besarnya
bernama Dahlia(36b). Dan mereka pun mempersilahkan aku duduk.Tanpa dikomando lagi
mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu persatu, aku hanya
bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari
tidurnya dan segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka
telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan payudara yang
besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa
bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu dan aku mencoba
menghentikannya.Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan
kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina
pun langsung menciumku dengan garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku
pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku
mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga sebaliknya.
Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang
membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah.“Aaahh
enak Mir, terus Mir hisap terus, aahh… ”Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku
dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan untuk mengakhiri saja
permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Karina dengan lembut dan perlahan-lahan
biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina pun menjerit keras sambil
berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.Mirandapun nggak mau kalah dia
menghisappayudaranya Karina sedangkan Dahlia mencium bibir Karina agar tidak
berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa
badannya mulai menegang dan dia pun mendesah. “Jok… Akuu mauu keeluuarr.”Nggak
beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya
sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam
vagina Karina, perlahan-lahan aku masukkan penisku dan sekali hentakan langsung
masuk semua ke dalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung
menggenjotnya dengan sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan
yang aku lakukan dan Karina pun mulai mendesah nggak karuan.“Aaahh enak Jok, terus
Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt… ”Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku
pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau lagi.“Aaahh enak Jok, penis kamu enak
banget Jok, aahh… ”Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang
yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa lama aku
mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya dan terasa sekali mengalir
disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. Miranda
segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Karina yang menempel
pada penisku, sedangkan Dahlia menghisap vaginanya Karina yang masih keluar dalam
vaginanya dengan penuh nafsunya.Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas
sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku untuk memasuki vaginanya Miranda dan
serentak langsung masuk.
Bless… Terasa sekali kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik
turunkan pantatnya dan disaat seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang
membuat aku semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh
Miranda.Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Karina
mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang
membuat aku mendesah.“Aaahh enak Mir… Terus Mir… Goyang terus Mir… Lebih dalam
lagi Mir… Aaahh sstt”Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai
berdenyut,“Mir… Aku… ingiin keeluuaarr”Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam
vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan
diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang dan
terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama keluarlah cairan yang
sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang sudah basah kuyup
ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada
dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan
yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang sedang
berebutan makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku
pun mulai mencium bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku
yang mulai menari-nari diatasnya.“Ooohh… Joko… Geelli… ” desah Dahlia.Serangan
bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti
jilatan lidahku.Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat payudara
mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku
sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang.
Aku pun mulai menjilati dan sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang
membuat dia tambah terangsang lagi dan dia medesah
“Aaahh enak sekali Jok… Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aahh sstt… ”Dahlia pun
membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan setelah itu turun ke pusar
dan setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya.
Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang
memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang
kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku
langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.Tanganku bereaksi untuk menyibak
rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati
vaginanya.“Ssstt… Jok… Nikmat sekali… Ughh,” rintihnya.Tubuhnya menggelinjang,
sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Dahlia yang
terkadang berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih
dalam ke lubang vaginanya.“Joko… Gila banget lidah kamu… ” rintihnya “Terus…
Sayang… Jangan lepaskan… ” pintanya.Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga
memudahkan lidahku untuk menjilatnya. Dahlia menggigit bibir bawahnya seakan
menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya.“Oohh… Joko, aku nggak tahan… Ugh… ”
rintihnya. “Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih,”
pintanya.Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang empuk itu.
Batang kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya dan sekali
hentak.“Bleest… ” kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia. “Aowww… Gila besar
sekali Jok… Punya kamu,” Dahlia merintih.Gerakan maju mundur pinggulku membuat
tubuh Dahlia mengelinjang hebat danm sesekali memutar pinggulnya sehingga
menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku.“Joko… Jangan berhenti
sayang… Oogghh,” pinta Dahlia.Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan
kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya.
Sesekali Dahlia membantu pinggulnya untuk berputar-putar.“Joko… Kamu… Memang…
Jagoo…
Ooohh,” kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti orang triping.Beberapa saat
kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin memacu birahinya sekencang
mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo
yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga
centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina
Dahlia.“Joko… Terus… Sayang… Jangan berhenti… ” Dahlia meminta.Permainanku
benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat
kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak
hebat.“Joko… Aakuu… Kelluuaarr… Aaakkhh… Goyang sayang,” rintih Dahlia. Gerakan
penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak
terkendali.“Jok… Ooo… Aaammpuunn,” rintihnya panjang.Bersamaan dengan rintihan
tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Dahlia.
Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.Dahlia yang sudah
mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha untuk mencari kepuasan
birahiku. Posisi Dahlia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang
vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.“Ooohh… Joko…
Kamu… Memang… Ahli… ” katanya sambil merintih.Kedua tanganku mencengkeram
pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam
lubang vaginanya.“Dahlia… Vagina kamu memang enak banget,” pujiku.
“Kamu suka minum jamu yaa kok seret?” tanyaku.Dahlia hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang
kemaluanku terasa dipijiti oleh vagina Dahlia dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan
yang luar biasa. Permainan sexku diterima Dahlia karena ternyata wanita tersebut bisa
mengimbangi permainan aku.Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang
mulai tadi sudah mengoyak birahiku.“Dahlia… Aku mau… Keluar… “kataku mendesah.
“Aku juga sayang… Ooohh… Nikmat terus… Terus… ” Dahlia merintih. “Joko… Keluarin
didalam… Aku ingin rasakan semprotan… Kamu… ” pintanya. “Iya sudah… Ooogh…
Aaakhh… ” rintihku.Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Dahlia semakin kencang,
semakin cepat dan semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersamasama.“Joko… Aku… Aku… Ngaak kkuuaatt… Aaakhh” rintih Dahlia. “Aku juga sudah…
Ooogh… Dahh,” aku merintih. “Crut… Crut… Crut… ” spermaku muncrat membanjiri
vaginanya Dahlia.Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai
keluar dicelah vagina Dahlia. Setelah beberapa saat kemudian Dahlia membalikkan
tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.“Joko, ternyata Yanti benar, kamu jago banget
dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa” kata Dahlia merintih. “Biasa aja kok Mbak,
aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja,” kataku merendah. “Kamu luar biasa… ”
Dahlia tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang mungil kembali menyerang
bibirku yang masih termangu.Segera aku palingkan wajahku ke arah Karina dan Miranda,
ternyata mereka sudah tertidur pulas mungkin karena sudah terlalu lelah, dan akupun tak
kuasa menahan lelah dan akhirnya akupun tertidur pulas.
Dan setelah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang sedang
mengulum batang kemaluanku dan ternyata Miranda sudah bangun dan aku pun
menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. Dan kuraih tubuhnya dan kucium bibirnya
penuh dengan gairah dan akhirnya kami pun mengulang kembali sampai besok harinya.
Dengan terpaksa aku menginap karena pertarunganku dengan mereka semakin seru
aja.Ketika pagi telah tiba akupun langsung ke kamar mandi di ikuti oleh mereka dan
akupun mandi bareng dan permainan dimulai kembali didetik-detik ronde terakhir. Tanpa
terasa kami berempat sudah naik didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air
dipancurkan shower membuat tubuh mereka yang molek bersinar diterpa cahaya lampu
yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka menuangkan
sabun cair dari perlengkapan bag shop punya mereka. Aku mengosok keseluruh tubuh
mereka satu persatu, sesekali jariku yang nakal memilih punting mereka. “Ughh… Joko… ”
mereka merintih dan bergerak saat aku permainkan puntignya yang memerah.Sebelum
aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan. Dan entah sudah berapa
kali mereka yang sedang membutuhkan kehangatan mendapatkan orgasme. Kami
memburu kenikmatan berkali-kali, kami berempat memburu birahinya yang tidak
kenyang.Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus
berangkat kerja dan pada jam seperti ini jalanan macet akupun mempercepat jalannya
agar tidak terkena macet yang berkepanjangan. Aku meninggalkan Hotel H… Sambil
menikmati sisa-sisa kenikmatan yang sudah ditinggalkan oleh permainan tadI