
.gif)
MEGA123-INI KISAHKU, aku punya tetangga bernama ibu Sherly. Umurnya sekitar 33 tahunan. Ia seorang Tante
Rumah Tangga dengan 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa semua. wajahnya
biasa saja, hanya sedap dipandang mata (kaya lagunya Ahmad Albar dkk). Tubuhnya
gemuk tidak kurus pun enggak. Montok dan sekel. Sedangkan kulitnya kuning langsat,
Rambutnya agak ikal sebahu lewat dan bibirnya agak lebar tapi tidak terlalu tebal.Yang
paling kusenangi adalah payudaranya sangat menggoda. Anak pertamanya laki-laki,
seorang tentara dan berdinas diluar pulau jawa. Yang kedua perempuan bekerja sebagai
seorang Pengawas Mutu (QC) di sebuah pabrik di kota Bekasi. Yang bungsu sedang
menempuh semester 4 di salah satu perguruan tinggi di Negeri di Jakarta. Alhasil, setiap
hari bu Sherly tinggal sendirian di rumahnya.Awal pertemuanku dengan bu Sherly terjadi
pada saat sedang hajatan tetanggaku. Tante Sherly sebagai koordinator Uusan Dapur dan
aku koordinator pemuda pemudi yang bertugas sebagai pager ayu dan pager bagus serta
petugas kebersihan yang tugasnya ngangkutin piring kotor dan sampah.
Saat itu sudah jam 10 malam menjelang hajatan, aku sedang mempersiapkan janur yang
sudah dirangkai dan siap dipasang. Setelah urusan pemasangan janur aku serahkan
kepada salah seorang kawanku, aku pun bersiap untuk pulang agar besok badanku segar
dan tidak terlalu letih akibat begadang. Tia-tiba sang empunya hajat memanggilku dan
meminta tolong untuk mengantar Tante Sherly ke pasar karena ada yang terlupa untuk
dibeli.
Kusanggupi permintaannya dan ku nyalakan skuter tua buatan italiku. Tak lama bu
mayang pun nyemplak dibelakang dan kami segera menuju pasar menembus gelapnya
malam yang lumayan dingin. “Pelan-pelan aja mas, saya takut!” celetuknya ketika vespaku
kugeber agak kencang. “Ga papa kok bu, udah biasa… abs kalo pelan jalannya ga enak!”
kataku sekenanya.
Ia tidak menjawab dan malah mengalungkan tangannya ke perutku. “Tar kalo kenapakenapa dijalan kamu tanggung jawab ya…?!?!?” katanya ketus. Singkat cerita sampailah
kami di pasar dan setelah mendapatkan apa yang dicari kami segera otw pulang. .
Sialnya, ditengah jalan vespaku mogok entah kenapa. Kuminta bu Sherly turun dan
kuperiksa mesinnya. Sekilas nampak raut kesal di wajah ibu Sherly. “Tau begini tadi pake
motor si Hendrik saja?!!”. “Sebentar bu, biasanya kao ngadat begini cuma sebengtar kok!”
Kataku berupaya meredam kekesalan bu Sherly. lalu setelah ku utak utik platinanya sang
tunggangan pun kembali menyala.Setelah menyala, kuuminta bu mayang naik dan kami
meneruskan perjalanan. “Makanya jangan kenceng-kenceng! marah motor mu tuh!” kata
bu Sherly. “Hahahahaha… si ibu bisa aja!, namanya barang ttua ya begini bu., seuka
ngadat!” “Eh belum tentu lho, ada juga barang tua yang ga pernah ngadat…!” sanggahnya.
“Emang ada bu? kalo ada saya mau tuh!!” jawabku… “Udah aha, konsentrasi sm jalan
sana! Tar nabrak lagi!” omelnya “Oke mami siap laksanakan”. “Mami mami, emangnya aku
germo!??” jawabnya sambil mencubit perutku pelan. “AOWWW, sakit bu!” dan sepeda
motorku sedikit oleng…. uppsss, dengan sedikit skill motor kembali dapat kukendalikan.
“Udah ah jangan becanda mulu, tar jatoh lagi”.
Skip story sampe juga kami di alamat semula. “Her, langsung anter aku ke rumah aja,
besok aja lah belanjaannya dianterinnya. dipakenya juga buat sorenya kok!” bu mayang
memintaku. “ya udah, gapapa” motor ku belokkan ke arah gang bu mayang. “Makasih ya,
eh km ada nmr hp saya ga? supaya besok gampang buat koordinasi!” kata bu mayang
setibanya di pagar depan rumahnya, kami pun bertukar no hp masing masing.
Sampe dirumah tiba2 hpku berbunyi. SMS dari bu Sherly. ‘Her, km bs dateng ke rumha
ga? sklian bawa baju yg td disewa. saya mau fitting tadi lupa’. Aku berkerut, oh iya tadi
sore aku ditugaskan mengambil baju sewaan buat orang2 yang bertugas di pramanan. ‘Ok
bu saya kesana’ jawabku dan lsg kusambar tas plastik yang berisi baju dan kain sewaan
sampai dirumah bu Sherly, baru mau aku ketuk pintu pager bu mayang sudah muncul dari
dalam rumah.
Aduuhhh…. dia pakai baju tidur diatas lutut, menampilkan kakinya yang padat berisi serta
pahanya yang mulus, walaupun terlihat masih memakai bra, dadanya yang montok
sempat membuatku menelan ludah. “Hey malah bengong ayo masuk, mana bajunya?” aku
kaget setengah mateng saat tangannya mengusap wajahku. Halus sekali… dan wangi …
entah lotion entah parfum… aku pun masuk mengikuti bu mayang… Alamak bokongnya
sangat menggoda.
Setelah didalam, aku dipersilahkan duduk dan basa basi sebentar, “herna kemana bu?”
kataku menyakan anaknya yang bungsu. “Oh, dia lagi ke tempat kawannya. Katanya ada
tugas kuliah, besok paling dia pulang”. setelah ngobrol sedikit, ia pun membawa tas plastik
itu kedalam dan agak lama aku menunggu di ruang depan rumahnya. Selama penantian
itu aku membayangkan sedang bergumul dengannya dikasur dan melepaskan hasratku
yang terpendam dengannya. Saling mencium, saling menjilat dan saling meraba.
15 menit berlalu dan ia kembali ke ruang depan sambil menenteng tasnya. “Aduh maaf ya
her, kelamaan.. eh kamu mau minum ga??? sampe lupaaa… tar ya saya ambilin minum
dulu… mau kopi apa kopi susu? Kopi susu aja yah, kopi hitamnya saya lupa udah abis…”
katanya nyerocos… ” Ga usah bu… gapapa !” percuma aku menjawab karena bu mayang
sudah ngeloyor ke belakang.
Tak lama ia kembali sambil membawa secangkir kopi “maaf, kopi susunya yang abis, ga
taunya adanya kopi item”. “Gapapa kok bu ga usah repot-repot”. Sambil menikmati kopi,
kami mengobrol ngalor ngidul sampe akhirnya ku tahu suaminya pergi meninggalkan dia
saat anaknya yang bungsu masih kelas 2 SD, demi meraih cinta seorang pramugari.
Diam-diam kuambil gambarnya pake hpku. Pembicaraan semakin hangat bahkan mulai
menjurus ke hal2 yang berbau XXX.
“Kopinya mau nambah ga? tapi kalo mau kopi susu ga ada…” tanya bu mayang saat
melihat isi cangkir yang tinggal setengah. “Gapapa, bu. Udah cukup. Lagian kopinya juga
udah berasa kopi susu kok!” jawabku sambil nyegir. “Lho kok bisa gitu?” bu mayang
kelihatanya bingung dengan jawabanku. “Iya dari tadi udah pake susu… walau hanya
pandangan… hehehehe…” “eeeehhh… kamu… genit ya! berarti kamu dari tadi ngintipin
nenen saya ya? dasar genitt ih!” katanya sambil kembali mengusap wajahku.Kali ini kutangkap tangannya dan ku cium jarinya. Nampak bu mayang agak terkejut menerima
perlakuanku, tapi hanya sepersekian detik saja. Ia hanya diam saja ketika aku mulai
menciumi dan menjilati jari tangannya. Namun ia kemudian menarik tangannya.
“Mmmmaaaffhh… bu… maaaf… saya terbawa suasana… ” kataku mencari pembenaran.
Bu mayang tak menjawab dan hanya menarik nafas panjang, tak lama ia ke belakang
samb il membawa cangkir kopiku yang sudah habis. Aduh, ngambek dia…. pikirku. Salah
sendiri ga pake basa basi pikirku wah kacau ni bisa nanti
Beberapa saat kemudian ia kembali ke depan dan aku pun bersiap untuk pamitan. “Her,
maksud kamu apa tadi?”. Gemet aku ter… “MMaaafff bu… maaf… kalo ibu tersinggung…
maaf sekali lagi. Saya terbawa suasana. Abis ibu pakeannya bkn sy jelalatan…”. “Gapapa
Her, saya cuma kaget aja kamu kok berani begitu sma saya. Eh, kamu jangan pasang
wajah melas gitu doong…. serius her, saya ga marah… “. “Beneran bu, ibbu ga marah?”
tanyaku lagi.
“Enggak, ga marah beneraan… suerr!” Bu mayang malah mendekati tempat aku duduk
dan memegang bahuku. “Kamu udah buat darah saya berdesir, waktu kamu isapin jari
saya. Her, saya… saya… ” bu Sherly tidak meneruskan kata-katanya dan malah memeluk
saya.Saat dadanya menempel, serasa darah ini berkumpul di kepala dan kaget bukan
kepalang dengan perlakuan bu mayang ini. Belum selesai kaget ku, bu mayang lalu
memegang kedua pipiku, “Saya mau lebih dari itu, kamu mau ga??” Sumpah, lelaki ******
dan homo saja yang ga mau memberikan lebih dari sekedar mengisap dan menjilati jari
wanita seperti bu mayang ini. “Bu, Tante serius??” “Serius, bahkan sejuta rius!!” katanya
sambil masih memegangi kedua belah pipku.
Baru aku mau ngommong tiba tiba bu Sherly menarik kepalaku dan mengecup bibirku
berulang-ulang. Lama-lama kecupannya berubah menjadi lumatan di bibirku.Mendapat
serangan seperti itu, kukalungkan taanganku dilehernya dan balas melumat bibirnya
dengan lembut. Kami sangat menikmati permainan bibir itu, sampai-sampai bu mayang
kutidurkan di sofa sambil terus melumat bibirnya dengan lembut
Perlahan aku turunkan bibirku ke arah dagunya dan semakin turun ke lehernya. Bu
mayang hanya bergelinjang dan mendesah-desah nikmat, membuat aku semakin
terangsang. Ku belas payudaranya yang selama ini hanya kudambakan dalam lamunan
pada setiap acara onaniku. Bu mayang makin menggelinjang dan semakin belingsatan
saat ku remas halus payudaranya dari luar.Tiba-tiba ia mendorong tubuhku dan
mengangkat bagian bawah bajunya, “liat nih… kamu harus bertanggung jawab…” katanya
sambil memnunjukkan celana dalamnya yang kelihatan basah. “Mau dituntaskan bu?”
tanyaku sedikit menantang. “Dikamar aja yuk!?” jawabnya. akupun hanya mengangguk
dan mengikuti bu mayang yang berjalan ke kamarnya.
Di kamar, kami melanjutkan acara saling memagut dan melumat bibir. “Her, puasin aku
malam ini!” katanya padaku. Ia pun berdiri dan melepas bajunya. Nampaklah payudaranya
yang memang lumayan besar tapi agak kendor. Bu mayang sekarang tinggal memakai bra
dan cdnya saja. Nampak memeknya yang tembem tertutup celana dalam putih dan depannya basah akibat permainan tadi. Lalu bu mayang naik ke kasur dan menciumi
bibirku kembali dengan posisi berlutut.
Kusambut ciumannya sambil meremas lembut payudaranya. Sambil berciuman, kucoba
melepas kaitan bra-nya dan setelah berhasil kujilati pentilnya dan kuremas pelan. Sambil
kuhisap payudaranya yang sebelah kiri, kuremas payudara yang sebelah kanan.
Bergantian kujilati dan kuhisapi kedua payudara bu mayang sambil a masih berlutut
menghadapku.Tak lama ia merapatkan perutnya dan mengoyang-goyangkan memeknya
didadaku sambil terus mendesah, dan gak lama ia memeluk tubuhku erat sambil
melenguh panjang, “ooooowwwwwwhhh… aaah….sssssssshhhh.. emmhhh… aaahh…
aaahhh …. aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!!!!!” Orgasme rupanya dia. “Her buka
pakaianmu….. her, pliiisss… puasin aku malem ini her…” wajahnya nampak memelas
sekali.
Segera kulepas semua pakaian dari yang terluar sampai yang terdalam. Kontolku yang
sudah ngaceng seddari tadi pun tegak terangguk-angguk menanti sasaran tembak. Tanpa
banyak komentar, bu mayang langsung menciumi bijiku dengan lembut. sesekali ia
mengulum biji pelerku dan menjilatinya. Setengah mampus aku menahan geli enak dan
rasa aneh saat ia mengulum biji pelerku.
Rasa-rasa ingin kencing, linu dan rada-rada enek….Kubelai rambutnya sambil sebelah
tanganku mengusap punggungnya yangg halus. Lalu ia mulai menciumi bataang kontolku
dan memasukannya kemulut. Ahh… aahhh… enak bu.. enakh… ah…aaaahhh… ssshhh…
aaaahhhh… itu yang kukatakan saat kepalanya maju mundur mengulum kontolku.Tak
tahan melihat pantatnya yang bulat, segera kutarik pahanya keatas, dan dalam sekejap
kami sudah berada dalam posisi 69. kujilati memeknya dengan penuh sukacita, kadang
kadang-kadang kutekan lidahku di clit-nya sambil terus meremas pantatnya. Bu mayang
nampak terbawa dengan permainan ini dan ia mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya
dan terkadang menekannya ke mukaku sampai-sampai aku susah bernapas.
5 menit berselang ia melepaskan kulumannya pada kontolku dan meremas betisku
dengan keras sambil mengejang dan mengerang.
Bahkan mukaku ditekannya menggunakan memeknya. Oooooohhh…..
aaaarrrrggghhhh….aaaaahhh…. ssshhhhhhh…. aaaaaahhhhh….. dan terasa ada yang
mengalir dan membasahi bibir dan mulutku. Orgasme lagi dan tercium aroma khas cairan
lendir wanita di hidungku dan mengalir menuju mulut dan lidahku. Segera kusapu dan
kuhisap sambil sesekali menghisap clitnya.Bu mayang menggulinggkan tubuhnya dan
tergolek lemas setelah mendapatkan orgaasme keduanya. Kuambil insiatif dengan
melebarkan pahanya dan mulai kutusuk dia dengan kontolku. Kuulek-ulek sedikit
permukaan memeknya denga kepala kontolku dan bu mayang mulai terangsang lagi.
Perlahan mulai kumasukkan kontolku, sambil terus mengulek permukaan memeknya
Blesshhh…. cleepppp… perlahan namun pasti kontolku mulai memasuki area
persengamaan bu mayang sambil diikuti erangan dan lenguhan kenikmatan bu Sherly.
ooooohhhh….. sssshhhhh…… sssshhhhh…. terusssshhhh…. herrr….
mmmmmasssukiiinnn yg dalemmmmhhh ohhhh…. Kugenjot memek bu mayang dengan kecepatan biasa dengan posisi dua kaki bu mayang berada di bahuku.seddangkan aku
mengambil posisi berlutut sambil maju mundur menggenjot memek bu mayang..
aaahhh…. ahhhh…aaahhhh… aaahhh… bu mayang terus mendesah seperti itu setipa
kontolku ku masukkan. Tak lama leherku dijepi oleh kedua kaki bu mayang dan ia
mengangkat pantatnya keatas sambil melolong panjang ….. hhhhhnnnnggggkkkkkkkhhhh
ahhh… aaahhh…. aaahhh…. kembali bu mayang merasakan orgasmenya.
Kuturunkan kaki Bu mayang dan kuarahkan aga bu mayang tidur dengan posisi
menyamping. Ku angkat kaki sebelah kanannya dan kumasukan lagi kontolku ke
memeknya dengan posisi menyamping dan menduduki kakinya yang sebelah kiri.
Perlahan namun pasti, sambbil menggenjot kupegangi kaki kanannya maju mundur, lama
kelamaan ku percepat genjotanku sambil memilin2 pentil susu bu mayang.
Menerima perlakuanku bu mayang makin belingsatan dan terus ber ah oh membuat
libidoku semakin memuncak. Ku percepat kocokanku dan akhirnya sambil menjilati betis
bu mayang kulepaskan pejuhku kedalam memek bu mayang….. Huuuuaaaahhhhh…..
aaaahhhhh…. mmmmhhhhh….. crrrroooottttt….. crroooootttthh… crooooooooottthh…..
sekitar lima kali kutembak memek bu mayang dengan pejuhku. Terasa lemas badanku.
Serasa copot semua persendian badan… akupun melorot dan rebah disambping bu
mayang…. kupeluk badannya dan kucium pipi dan bibirnya dengan mesra… makasih
sayang…. saya senang dan puas melakukan ini sama bu mayang.Ia hanya tersenyum dan
mengusap-usap dadaku. Kami berpelukan dan berciuman sekitar 2 menitan. Lalu bu
mayang berdiri dan mengambil cdnya. Ia lalu mengelapi memeknya yang basah. Setelah
itu, ia pun kemudian mengelapi kontolku yang mulai mengendor usai bertempur. Ia lalu
mencium bibirku dan berdiri kembali, “aku ke kamar mandi dulu sayang…” katanya sambil
berlalu tanpa busana ke kamar mandi. Aku hanya terbaring tersengal2 mengatur napasku.
Tak lama aku tertidur….. bertelanjang bulat di kamar bu mayang…
aku terbangun saat terasa ada yang geli di daerah kontolku. Saat kubuka mataku, bu
mayang sedang asyik mengulum kontolku. Kubelai lembut rambutnya sambil melenguh
menahan nikmat. Tak lama setelah kontolku tegak lurus kembali, bu mayang mengambil
posisi duduk membelakangiku. .
Dimasukkannya kontolku kedalam memeknya disertai desahan panjang.. aaaahhhhh….
ssshhhhh….. lau ia turun naik mengocok kontolku dengan memeknya. Sekitar 3 menit
kemudian ia kembali mencapai puncak kenikmatannya sambil bersujud dan kontolku
kembali dibasahi oleh lendir kenikmatan bu mayang. Kupegang pantat bu mayang agar dia
tetap dalam posisi bersujud.Kosodk lagi dia dan kami lakukan doggy style. Crek…
ccreeekk…plok … plookkk..crek…. creeek… hnya suara itu yang terdengar saat kontolku
menyodok memek bu mayang dari belakang. Tak lama terasa aku ingin keluar dan
kurapatkan paha bu mayang dan kutembak lagi dengan pejuhku memeknya….
oooooouuuughhhh….. aaaaaaaaahhhhh….. hanya kata itu yang terucap saat kulepaskan
pejuhku…. bu mayang lalu berbalik dan menciumi bibirku. “Makasih sayang, kamu udah
puasin aku malem ini… Aku mau malem-malem selanjutnya juga kamu bisa puasin aku…”.
“sama-sama, ternyata benar…. ga semua perabotan tua itu usang. Buktinya Bu mayang perabottannya masih oke banget… aku suka banget…” kataku… bu mayang hanya
mencibir dan menjulurkan lidahnya…. weeek katanya
Bu mayang bangkit menuju kursi di depan meja riasnya. sambil nungging ia
membersihkan memeknya yang basah kuyup. Melihat pemandangan itu, kontolku
perlahan mulai naik lagi dan kudekap bu mayang dari belakng sambbil menciumi bagian
belakang lehernya. Tak tahan berlama-lama, kuangkat kaki sebelah kanannya dan
kusodok lagi memeknya dengan kecepatan sedang.Ku sodoki terus memeknya dari
belakang sambil memegangi kaki kanannya dan menjilati leher belakangnya. sekitar 5
menit ku entot bu mayang dari belakang dan akhirnya aku pun melepaskan pejuhku untuk
yang kesekian kalinya di dalam memeknya yang hangat dan nikmat….. “Udah dong
sayang….. dengkulku rasa mau copot nih… ” kata bu mayang memelas… Karena lemas
mungkin bu mayang nggelosor di bawah meja rias. kuangkat tubuhnya dengan susah
payah dan kurebahkan di kasur… lalu kamipun tertidur berpelukan dengan kondisi lelah
dan telanjang bulat.
Ditambah pula selangkangan yang lengket karena lendir yang belum sempat
dibersihkan.Pagi harinya kami tersentak kaget karena nampak hari sudah terang. Terburu buru kami menuju kamar mandi dan mandi bareng sambil cekikikan mengingat kejadian
tadi malam. Selepas mandi, dengan bertelanjang bulat kami menuju kamar bu Sherly dan
aku segera mengganti pakaian dengan baju adat. Saat kami berpakaian, aku sempat
terangsang lagi saat melihat bu Sherly berdandan sambil telanjang bulat.
Namun dengan lembut bu mayang menolak segal uapayaku untuk mengajaknya bercinta.
“jangan dulu ah, tar repot… harus mandi dan keramas lagi!!” katanya. “nanti aja selesai
hajatan, dan anakku gak pulang lagi. Kamu boleh apain aja aku…”. Aku tak menjawab
hanya mengusap memeknya dengan lembut dan mencium pipinya saja.
Di tempat hajatan, Bu Sherly tak mau jauh denganku. Bahkan dibawah meja tangannya
selalu mengusap-usap kontolku dengan pelan dan lembut. Saat kontolku tegang ia hanya
tertawa cekikikan sambil pergi meninggalkan aku yang bersungut-sungut susah payah
menenangkan adekku yang berdiri.Sampe sekarang, aku sudah beristri dan beranak pun,
kadang-kadang kami masih melakukannya. Sekarang bu Sherly sudah berusia 37 tahun
dan memeknya masih gurih dan sedap setiap kali kuentotin