Home

Kamis, 06 Februari 2025

Ketua Osis Sekolah Ku Menjadi Korban Pemerkosaan



CERITA PEMERKOSAAN, Suatu pagi di sebuah Sekolah Negeri ternama terlihat sibuk aktivitas di sekolah. Semua murid baru saja berdatangan untuk menimba ilmu disekolah mereka, tak terkecuali dia. Ia adalah Tasyasang ketua OSIS sekaligus siswa berpengaruh sepanjang sejarah sekolah SMA Negeri 18Bagaimana tidak semenjak ia menjadi ketua OSIS banyak sekali event – event besar yang diadakan di sekolah. Mulai dari konser musik dengan artis papan atas hingga menjadikan sekolah sebagai tuan rumah pada suatu kompetisi bagi sekolah elit lainnya di kota. Selain itu fasilitas kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya juga diperbaiki semua karena hasil jerih payahnya. CERITA SKANDAL Namun itulah yang terlihat dari depannya saja, kisah gelap di balik itu semua ada di dalam cerita ini.Tasyasetelah turun dari mobilnya tidak langsung menuju ke kelas tetapi langsung ke ruang kerja OSIS dimana sudah ada sekitar 20 anggota yang menjadi tim suksesnya. Jangan bayangkan bahwa ruangannya hanya ukuran 4 X 4. Ruangan OSIS Tasyasungguh luas dan didalamnya sudah ada beberapa fasilitas seperti meja bundar seperti dalam konfrensi serta proyektor yang siap digunakan untuk membahas kegiatan – kegiatan yang dilakukan, bahkan tak ketinggalan AC di dalamnya. Pagi itu mereka langsung membahas mengenai kegiatan acara yang akan diadakan bulan ini dan bulan –bulan berikutnya. Tasyabenar – benar seorang Dewi yang turun dari khayangan dan telah memberkati sekolah itu menjadi sekolah yang terpandang.



Tetapi disisi lain Brian sangat senang dan mengatakan kesemua temannya satu kelas.temannya hanya tersenyum sedikt untuk menghiburnya karena mereka sudah tahu bahwa bunga itu pasti dibuang. Tidak dengan sahabatnya Sandy yang menangapinya dengan serius dan merasa sangat senang.Sandylah yang selama ini memberikan semangat kepada sahabatnya itu untuk mendekati Natasya.“Sob, berhasil, semuanya karena elo Sob” Ujar Brian sambil memuji sahabatnya itu“oh ya, gitu dong itu baru temen gue, terusin Bro jangan nyerah” kata Sandy yang masih memberi semangat kepada sahabatnya itu.“eh ada apaan nih” Gery datang salah satu sahabat mereka“gini Ger, gue abis kasih bunga ke Natasya, dan doi terima bunga gue” ujar Brian dengan wajah yang berbunga – bunga“hah,serius lo,selamat deh buat lo” Gery pun sahabat akrabnya juga memberikan selamat padanyaKetiga sahabat itu sangat bahagia dengan hal itu dan merayakannya bersama.Sepulang sekolah Sandy lewat di depan kelas Tasyadan mau membuang sampah. Dia kaget ada bunga mawar merah di dalamnya.

Lalu ia langsung menghampiri sahabatnya Gery.“Sob, sini gue kasih tahu” ujar Sandy“apaan?” Tanya Gery“nih lihat” Sandymenunjukkan bunga itu“loh tuh bunga kan….” Gery“stttt…kita kagak usah kasih tau Brian” kata Sandy“mmm, oke gue ngerti” jawab Gery“Oi, Sob kalian ngapain, ayok pulang” tiba – tiba Brian datang“wah elo udah ditungguin juga” Gery menjawabSandy langsung memasukkan bunga itu ke tasnya agar tidak melukai hati sahabatnya itu.“ayo deh kita cabut” Sandymengajak“oke” jawab mereka serentakSaat mereka pulang dan Brian sudah tidak ada, Sandy dan Gery mulai membicarakan masalah ini.“dasar tuh cewek, gue gak terimas sahabat gue dilecehin” ujar Sandy sambil menatap bunga itu dengan penuh kekecewaan“hmmm, ya mau gimana lagi sob, Tasyaemang orangnya kayak gitu, tapi gue bener – bener gak habis pikir” Gery juga mengungkapkan kekesalannya“ya udah, yang penting besok kita nasehatin aja sahabat kita itu” Kata Sandy dengan mencoba bersabar“Yoi Sob” Gery mengiyakanKeesokan harinya Brian ingin menemui Tasyadi ruang OSIS. Saat ia di dekat ruangan ia mendengar percakapan antara Tasyadengan teman – temannya.“eh, Nat denger – denger lo dapet bunga dari anak cupu siapa tuh namanya” kata teman Natasya“oh, kalo iya emang kenapa?” Tasyamenjawab seolah tidak peduli“ya gak papa sih, tapi kayaknya tuh cowok seneng banget waktu bunganya lo terima” kata teman Natasya“bodo, emang gue pikirin” Tasyamenjawabnya dengan enteng“hahaha, elo emang suka bikin sensasi Nat, gue kira lo mau sama tuh cowok” kata temannya seolah meledek Natasya“cih najis gue, masak gue mau sama cowok yang tampangnya kayak cecurut gitu” kata Tasyamenjelek – jelekkan BrianSontak suasana menjadi penuh tawa dari teman – teman Natasya. Brian yang mendengar itu langsung pergi meninggalkan tempat itu karena tidak mau ia terlalu banyak menerima sakit hati. Begitulah sosok asli Tasyadi balik kegemilanganya dalam memimpin Organisasi Intra Sekolah.

Tetapi Tuhan maha tahu dan akan segera membalaskan tindakannya. Suatu saat OSIS akan mengadakan event yang spektakuler sehingga membutuhkan dana yang cukup besar untuk itu. Semua anggota OSIS sangat kebingungan ternyata budget untuk mengadakan event tersebut sangatlah besar, tetapi Tasyadengan mudahnya berkata“cuman duit segitu doang, ntar kita pasti dapet” ujarnya menenangkan anak buahnya“serius lo Nat, ini bisa sampe seratus juta lo” kata mereka“udah sini proposalnya ntar gue ajuin ke kepala sekolah” kata Natasya“oke Nat, kalo elo pasti bisa di andalin” kata mereka memberikan semangatSebenarnya ada sesuatu di balik itu semua,hal ini akan diceritakan pada awal –awal Tasyamenjadi ketua OSIS. Saat itu Ia mengadakan kegiatan di sekolah, dan mengajukan proposal angaran kepada Pak Sasongko selaku Kepala Sekolah.“permisi, Pak” sapa Tasyadiluar pintu“iya, silahkan masuk, ada yang bisa bapak bantu?” ujar Pak Sasongko“jadi begini, kami dari OSIS akan mengadakan kegiatan sebagai berikut” ujar Tasyasembari mengajukan proposal“hmmm, coba bapak lihat proposalnya dulu”“iya,ini Pak” Katanya sambil menyerahkan proposal ituSetelah beberapa kali Pak Sasongko membuka buka halaman ia sampai pada anggaran,lalu beliau menutupnya kembali.“wah, maaf nak, angaran di Proposal kamu terlalu besar jadi kami tidak bisa memenuhinya” Pak Sasongko menolak“menurut kami anggaran seperti itu tentunya Sekolah yang elit inii bisa memenuhinya Pak” Ujar TasyaberusahaSetelah mereka saling berunding akhirnya Pak Sasongko mengatakan, baiklah kalau begitu nanti sepulang sekolah datang ke rumah bapak, nanti akan saya pertimbangkan lagi.“hah, sunguh, baik Pak nanti saya akan kesana” Tasyasangat senang mendengar sambutan itu“iya, tapi kamu harus datang sendirian ya” Kata Pak Sasongko“mmm, Baik Pak, terima kasih” Ujara Tasyayang masih sempat bingungSepulang sekolah Natasyaana langsung menuju rumah Pak Sasongko untuk mendapatkan perstujuan anggaran proposal itu.Pak Sasongko “oh kamu Natasya, silahkan masuk” Pak Sasongko membukakan pintuTasyalangsung masuk dan melihat rumah Pak Sasongko yang ternyata tidak ada penghuninya sama sekali.