Home

Rabu, 20 Maret 2024

Diperkosa Dikosan Saat Suami Tidak Ada Di Rumah

MEGA123 Adalah Situs Gacor, Aman Dan Terpercaya!

MEGA123 - Aku seorang perempuan berusia 25 tahun, nama ku Siska dan aku sudah menikah sejak satu tahun lalu. Walaupun aku belum mempunya anak tetapi hubunganku dan suamiku tetap harmonis saja karena memang suamiku memintaku unutk melakukan KB dengan pil sehingga mencegah kehamilan karena memang dia belum siap mempunyai momongan karena tanggung jawabnya memang sangat besar. Lagi pula sekarang dia belum menetap di satu kota karena dia bekerja di perusahaan yag sering menugaskannya untuk berpindah lokasi dinas. Setelah menikah saja setidaknya kami sudah pindah ditiga kota. Sehingga tak ada kesempatan untuk merencanakan kehidupan menetap disatu kota saja dan itu juga alasan mengapa kami memilih tinggal di tempat kos karena lebih mudah jika suatu waktu suamiku dipindah tugas lagi.


Suamiku berusia 27 tahun bernama Rizki, aku memanggilnya Riz, dia berusia 2 tahun diatasku. Sifatnya yang penyabar dan kebapakan benar-benar membuatku semakin beruntung saja memiliki suami sehebat dirinya. Kalau soal ganteng sih, wajahnya cuman biasa-biasa saja walaupun dulu waktu kami pacaran sempat ada perempuan lain yang juga naksir padanya. Tempat kost kami ini berlantai tiga dimana tiap lantainya dihuni oleh berbagai macam jenis orang mulai dari pedagang, sales, pegawai kantor hingga mahasiswa. Lantai kedua adalah yang paling ramai karena terdapat 20 kamar di dalamnya dan lantai kedua ini benar-benar tertutup dari bagian luar karena satu-satunya penghubung dengan bagian luar bangunan adalah jendela disebuah balkon kecil, sementara itu pentilasi hanya terdapat jendela-jendela bertralis yang berukuran sangat kecil di setiap kamar.


Aku dan suamiku tinggal dilantai dua ini. Lantai tiga terdapat kamar yang sedikit tercampur dengan tempat untuk menjemur pakaian. Di lantai ini aku tidak begitu kenal dengan penghuninya karena mereka bekerja larut malam dan baru pulang pagi harinya. Saat itu aku sedang membaca sebuah mejalah katika aku mendengar hp ku berbunyi. Ternyata Rizki menelponku untuk mengabarkan kalau nanti malam dia lembur dan mungkin baru bisa pulang besok karena kebetulan dengan kepindahan bosnya yang sekarang dan pergantian dengan bos yang baru membuat banyak pekerjaan kantor harus lebih cepat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang seharusnya. Aku maklumi itu karena aku tahu kalau suamiku merupakan pekerja yang rajin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.


Aku mendengar suara pintu kamarku diketuk. Apakah Rizki pulang malam ini? Mungkin saja perkerjaannya lebih cepat selesai sehingga dia dapat peulang lebih cepat. Setelah kubuka, bukannya aku gembira tapi malah kecewa. Ternyata yang mengetuk pintuku adalah seorang tetangga kost-an yang kamarnya berada di sebelah kamarku. Namanya mas Redi, dia seorang marketing di perusahaan properti dan dia sudah cukup lama tinggal di kost ini. Ada apa mas Redi? kok malam-malam belum tidur? tanyaku berusaha sopan walauun aku mencium bau alkohol dari mulutnya itu. Tidak begitu keras sih tetapi mengganggu juga lama-lama. Anu mbak. Saya ada perlu sebentar kok. Ada yang mau saya bicarakan. Kata mas Redi sambil melongok kekamarku dan sepertinya dia melihat kalau suamiku tidak ada didalam. Aduh. Rizki belum pulang tuh. Nanti aja kalau udah pulang saya minta dia supaya ke kamarnya mas Redi aja. Jawabku sambil berusaha menutup pintu tetapi terhalang oleh salah satu tangan mas Redi.


Wah kebetulan mba. Yang mau saya bicarakan itu engga ada hubungannya dengan Rizki tapi mba Siska aja kok. Jawabnya dan jawaban itu benar-benar membuatku bingung aja. Apa sebenarnya yang diinginkan mas Redi ini. Begini mba, maksud saya kedatangan saya kemari adalah untuk meminta pertimbangan mba Siska. Soalnya saya malu untuk minta pertimbangan dari cewek lain dikost ini. Jelasnya walaupun dalam hati aku masih bingung juga maksud dari pembicaraannya ini. Maksudnya meminta pertimbangan apa yah? kataku mencoba untuk memperjelas perkataannya barusan. Begini mba, besok kan teman perempuan saya mau merayakan ulang tahun dan kebetulan saya cukup dekat dengan dirinya. Nah saya itu bingung mau ngasih kado apa, tapi kata temen ceweknya dia pernah curhat kalau lagi pengen beli satu set pakaian dalam yangdari merk ternama. Masalahnya saya kan enggak tau ukurannya berapa. Kalau saya tanya langsung kan jadi engga suprise lagi mbak. Jelas mas Redi sambil menatapku tajam. Aku mencoba untuk menghindari tatapannya itu tapi sepertinya susah juga mengingat dia duduk didepanku saat ini dan ruangan kost ini juga sempit.


Terus? saya kan juga enggak tahu temannya mas Redi itu badannya seperti apa. Jadi bagaimana saya bisa memberika solusi buat mas? dia tersenyum. Kalau itu sih enggak usah khawatir mba, karena postur tubuh teman saya itu sama persis dengan mba walaupun engga secantik mbak Siska. Katanya lagi. Terus terang saja aku enggan memberi tahu nomor pakaian dalamku kepada orang luar tetapi sepertinya cuma itu satu-satunya cara agar dia segera keluar dari kamar ini. Akhirnya aku memberikan nomor ukuran pakaian dalamku kepada mas Redi dan pria itupun akhirnya beranjak pergi dari kamarku setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih dengan sedikit tersenyum tersungging dibibirnya. Paginya Rizk pulang sekitar jam 6 pagi lalu tertidur. Hari itu dia bilang kalau dia diliburkan oleh bosnya karena sudah semalaman lembur. Seperti biasa aku merawat seluruh keperluannya dan menyiapkan makanan untuknya jika sudah terbangun nanti, seperti layaknya seorang istri yang setia pada suaminya. Siang mba Siska, tumben jam segini baru belanja. Saoa seorang teman kost yang merupakan mahasiswa tingkat akhir,namanya Roni.


Dia asli dari sebuah kota kecil di jawa timur, terbiasa dengan kerja keras sejak kecil membuatnya terlihat mempunyai tubuh yang kekar dan berotot. Macam bibaragawan saja batinku dalam hati tiap melihat lekuk tubuh pemuda ini. Iya nih, soalnya mas Rizki baru saja pulang tadi jam 6 soalnya lembur jadi enggak sempat belanja. Kuliah ham siang yah? tanyaku pada Roni dan pemuda ini mengiyakan sambil tersenyum ramah. Lalu dia buru-buru menyalakan motornya untuk melaju ke kampusnya. Dia mungkin salah satu penguni kost yang baik-baik menurutku karena tidak pernah macam-macam. Sekitar dua hari kemudian aku dikejutkan dengan sebuah paket yang ditujukan padaku. Aku buka paket itu dan betapa terkejutnya aku karena isi paket itu satu set pakaian dalam yang super seksi berwarna hitam dan ukurannya pun sesuai sengan ukuran tubuhku. 


Aku heran dan menebak-nebak siapa yang mengirim ini semua dan jawabanku adalah mas Redi. Mengingat cuma dia seorang yang mengetahui ukuran pakaian dalamku selain mas Rizki, lagi pula dia pernah berkonsultasi untujk hal ini sebelumnya. Aku melihat kearah pintu kamar mas Redi dan sepertinya dia tidak ada di kost waktu itu, aku bermaksud untuk mengembalikan pakaian dalam ini kepadanya. Jujur saja aku merasa sangat terganggu, untungnya mas Rizki tidak ada disini sekarang ini. Malamnya aku mendapatkan telepon dari Rizki kalau dia sedang ada pekerjaan lembur malam ini dan sekali lagi aku ditinggal sendirian dalam kost ini. Sekitar jam 11 malam pintu kamarku diketok oleh seseorang, begitu aku buka langsung aku kaget karena yang datang adalah Redi tetangga kost ku.


Mas Redi ada apa malam-malam gini? tanyaku dengan nada tidak menyenangkan. Sekali lagi aku mencium bau alkohol dari mulut pria ini. Begini mba, saya ada sesuatu yang harus saya biacarakan dengan mba Siska, ini penting. Katanya padaku. Aku dari awal sudah tidak senang dengan cara orang ini berprilaku, langsung saja aku utarakan kegusaranku terhadapnya. Mas Redi, begini yah mas, jujur aja saya enggak begitu suka dengan cara mas selama ini. Ini udah kelewatan mas, buat apa sih mas kirim paket yang tidak senonoh seperti itu? kataku dengan nada keras. Sejenak terbesit raut wajah bingung diwajahnya tetapi aku sudah terlanjur dongkol dengan pria ini sehingga tak aku gubris sama sekali. Maksud mbak ini apa? paket apaan? tanyanya pura-pura tidak tahu. Udah deh mas, saya juga udah males menjelaskan, saya mau tidur, permisi. Kataku ketus sambul menutup pintu kamar. Aku sudah benar-benar muak dengan pria ini. Apa sih maunya sebenarnya.


Sekitar seminggu kemudian, Rizki mendapatkan tugas dari kantornya untuk pergi keluar kota selama satu minggu. Kantornya menyuruh Rizki untuk membenahi permasalahan di kantor cabang yang ada dikota itu. Rizku berkata kalau dia berhasil menyelesaikannya dengan baik maka dia bisa dipromosikan menjadi menager operasional di kantornya sekarang, berhubung posisi tersebut sedang kosong. Maka sebagai seorang istri aku hanya bisa rela saja, toh kalo dia dipromosikan sebagai manager maka kami akan mendapatkan rumah dinas sehingga tidak perlu kost lagi. Malam harinya aku pergi keluar kost untuk mencari makan diluar, dan seperti biasa aku membungkusnya karena aku kurang nyaman jajan diluar tanpa suamiku. Saat aku sampai dikost, aku melihat suasana kost sudah sepi, Roni tidak terlihat disini karena biasanya dia selalu stand by dipintu masuk kost ini seperti satpam saja pikirku. Mungkin dia masih sibuk mengerjakan skripsinya sehingga harus kembali menginap di rumah temannya. Lantai satu seperti tanpa penghuni begitu juga dengan lantai 2, semuanya sepi bahkan disaat seperti ini aku sempat berharap kalau Redi ada di kost karena sejujurnya aku ini tipe orang yang penakut jika sendirian. Sejenak aku mendengar suara tape dari lantai 3, aku lega karena ternyata ada orang juga dikost ini selain aku. Jam 11 malam suasana kost masih tidak berubah, hanya terdengar suara kaset tape dari lantai 3 dan nyanyian merdu dari Bryan Adams. Saat aku akan tertidur tiba-tiba pintu kamar terbuka. Memang aku tidak menguncinya tetapi aku yakin kalau aku sudah menutupnya dengan rapat sehingga tidak mungkin ada angin yang mendorongnya. Dengan was-was aku melihat apakah ada orang dibalik pintu itu dan ternyata tidak ada. Ah mungkin cuma angin dan aku juga tidak begitu yakin telah menutup dengan benar pintu tersebut, pikirku dalam hati.


Saat aku akan menutup pintunya kembali tiba-tiba mucul sebuah tangan pria yang langsung mencekal tanganku sementara tanganku yang satunya langsung dicekal kebelakang tubuh dengan kasar. Aku mencoba berteriak tetapi belum sempat suaraku keluar, pria tersebut membanting tubuhku ke atas tempat tidur. Aku mencoba berontak tapi apalah daya karena tenaga pria ini benar-benar diatasku jauh. Pria ini menindihku yang sedang kesakitan karena dibanting tadi dan langsung mencoba melucuti pakaianku yang kala itu hanya mengenakan daster warna jingga. Aku melihat pria bertopeng ini dengan kekuatan yang amat sangat, aku tau apa yang ingin dia lakukan kepadaku namun aku tak mampu untuk melawan dirinya itu, dia sepertinya tidak sabar lagi dan merobek pakaianku sehingga sekarang aku tinggal mengenakan celana dalam mengingat aku tidak pernah memakai bra tiap kali aku tidur. Teriakan dan umpatanku juga tidak dia tanggapi sama sekali, pria ini hanya membisu sambil terus berusaha melucuti seluruh pakaianku hingga akhirnya lolos juga celana dalamku ditangan pria ini. Dia sepertinya terkesima melihat vaginaku yang rapih tercukur.


Dengan kulit putih mulusku ini memang sangat menggoda, bahkan mas Rizki yang sudah sering bercinta denganku pun tidak ada bosan-bosannya melihat tubuhku ini. Pria ini lalu membuka celananya dan membetot keluar batang penisnya. Sekarang keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Teriakaku sepertinya tidak ada yang mendengarkan, mungkin karena struktur lantai 2 kost ini yang sangat tertutup sehingga kedap suara. Aku sadar sebentar lagi pria misterius ini akan menyetubuhi diriku. Penisnya yang begitu besar bahkan sudah membuatku merasa ngilu hanya dengan melihatnya saja. Paling punya mas Rizki saja paling hanya dua pertiga dari milik pria ini. Pria itu lalu mengangkat kedua pahaku dan menekannya kearah perutku sehingga aku menjadi sedikit sesak nafas. Aku yang sudah lemas melawan dari tadi hanya bisa pasrah melihat detik-detik dimana ujung penis pria itu semakin lama semakin dekat saja dengan bibir vaginaku. Seperti yang kutakutkan sebelumnya, akhirnya pria itupun melesatkan batang penisnya yang sangat besar itu melewati himpitan bibir kewanitaanku yang masih rapat ini. Aku menjerit dan memohon ampun supaya dia tidak memperkosaku tetapi apa daya karena jeritanku tidak diindahkannya sama sekali.


Sekarang bahkan ujung penisnya sudah melesak seluruhnya ke dalam vaginaku tinggal bagian batang dan pengaklnya saja yang ada diluar. Ahhkk! sakittt! ampun. jangan perkosa saya! jeritku memelas tapi lagi-lagi tak ada reaksi dari pria ini. Dia malah semakin mempercepat proses penetrasinya sehingga membuat rongga vaginaku semakin sakit saja. Bibir kemaluanku bahkan seperti robek menjadi dua karena dipaksa menerima batang kejantanan sebesar bonggol jagung itu. Lagi-;agi aku menjerit tetapi kali ini hanya jeritan kecil dan lemah karena aku sudah kehabisan tenaga untuk berteriak dan menjerit lagi. Sekarang tinggal suara desahan dan rintihan pelan yang terdengar tiap kali pria ini menyodokkan batang penisnya yang besar itu di dalam vaginaku dan mengaduk-ngaduknya dengan berbagai macam arah dan gaya. Setelah sekian lama baru kali ini aku merasa seperti diperawani untuk yang kedua kalinya. Dulu aku juga pernah merasakan rasa sakit seperti ini ketika diperawani oleh Rizki, suamiku.


Pria itu diam tak bicara ketika mendengar aku meminta ampun dan merintih kesakitan. Dia bahkan sepertinya semakin bernafsu saja begitu mendengar aku yang semakin lemah tak berdaya ini menjerit dan merintih. Dalam lima belas menit kemudian pria ini mempercepat sodokannya dan dia mengakhirinya dengan sebuah sodokan yang kenang dan dalam pada vaginaku. Aku mendongakkan kepalaku menahan rasa sakit yang hebat ketika pria itu menyetubuhi dengan kasarnya. Sesaat kemudian aku merasakan penis raksasa itu berkedut keras lalu aku merasakan adanya cairan hangat membasahi rongga rahimku. Aku shock bukan main ketika menyadari kalau pria ini berjakulasi didalam rongga vaginaku. Aku takut hamil dan terlebih lagi aku jijik menyadari kalau ada pria asing yang tak ku kenal memperkosaku dan menyemprotkan cairan spremanya di dalam vaginaku. Aku pingsan entah untuk berapa lama. Begitu aku bangun aku mendapati sudah nyaris pagi dan tubuhku yang tergolek tanpa mengenakan sehelai benangpun ini merasakan dingin luar biasa.


Kepalaku sedikit pusing dan mencoba untuk menyadarkan diri sendiri kalau aku telah diperkosa oleh orang asing. Tangisanku tak pelak lagi meledak memenuhi ruangan ini. Tanganku meraba selangkanganku dan mendapati sedikit noda darah segar disertai cairan putih kental yang sangat banyak aku tahu itu adalah sperma dari pemerkosaku tado. Entah sudah berapa kali dia memperkosaku sampai cairan mainya keluar begitu banyak dari kemaluanku ini. Sesaat kemudian terdengar suara sms masuk. Aku buka sms itu dan aku terkejut ketika sms itu berasal dari pemerkosaku yang berbunyi. Aku sudah ambil foto kamu pas lagi bugil. Awas kalo sampai lapor polisi. aku bakalan sebarin keseluruh orang. Seketika aku lemas tak berdaya dan beberapa saat kemudian sms dari Rizki muncul menanyakan keadaanku. Aku jawab kalau aku baik-baik saja dan menyuruhnya cepat pulang. Seandainya dia tahu kalau istri tercintanya telah habis dinikmati tubuhnya oleh orang lain entah apa reaksi suamiku itu.