
.gif)
Aku menggeliatkan tubuhku terdengar kerotokan pada pinggangku, dengan malas aku
bangkit dari tempat tidur… Ups aku lupa kalau aku tadi tidur dengan tubuh telanjang
bulat… kuliat tubuhku dari pantulan cermin besar mmm… dalam usia hampir kepala 4,
kulihat tubuhku masih bagus dilihat… buah dadaku yang berukuran bra 36 B masih cukup
kenyal, pinggangku masih ramping tak berlemak, pinggul dan pantatku kata mas Seno,
almarhum suamiku adalah bagian yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi
dengan sepasang kakiku yang panjang… wajahku…? kata mas Seno lagi, katanya
wajahku lebih pantas dibilang seksi daripada cantik… entahlah penilaian lelaki memang
susah dijabarkan oleh perempuan… Sssssshhh… ooohhh… gila, lagi-lagi gairah birahiku
meletup dengan tiba2… di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montokku
sendiri yang kian mengencang… ammpuuuun… sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat
menderita karena birahi gila ini… entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku
bermasturbasi…sampe tubuhku benar-benar loyo..
Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi mobil di
tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan… Semalam, dengan diiringi adeganadegan syur film bokep koleksi almarhum mas Seno… aku melampiaskan hasrat birahiku
secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai pagi menjelang
Maka betapa jengkelku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka, gelegak birahi itu
meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi, kuguyur tubuhku dengan
shower air dingin… agak menggigil juga tubuhku. . . . . . . . . . .… Aku memang wanita
berlibido tinggi.
Sejak ABG aku sudah mengenal masturbasi…. . . . . . .. . . . . menjelang lulus SMU aku
mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa kuliahku adalah
masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang tuaku di Jakarta…
Pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki pemburu seks … beberapa kali aku diusir
dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir sama… yang aku ingat, sore pulang
kuliah diantar teman kuliahku, aku lupa namanya… pokoknya keturunan Arab… Aku lupa
bagaimana awal mulanya, aku bisa nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamarku
dalam keadaan pintu ngga terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong
masuk kamarku utk menaruh pakaianku yg habis diseterikanya… aku tengah terkagumkagum dengan volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan
minta ampun panjangnya.
Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu Tapi buatku ga ada
masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di rumah
kontrakannya… tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab ganteng itu…
sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah kontrakan si Arab
ganteng yang berantakan…
Kejadian yg lain pernah juga tengah malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku…
tiba-tiba pintu didobrak petugas ronda yang rupanya sudah lama memperhatikan
kebiasaanku masukin cowok malam-malam…. . . . . . . . . . . . . . cowokku dengan tengilnya
berhasil kabur…
Sementara aku lagi-lagi terpaksa harus cari kost baru lagi… Satu lagi yang ga bakal aku
lupa, affairku dengan bapak kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome dan yang
membuatku bertekuk lutut… mmm… aksi ranjangnya boo’. . . . . . . .. . . .… selalu
membuatku bangun kesiangan esoknya…
Sayang aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu ketangkap
basah sama istrinya… abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang… apesnya lagi
aku ga akan mampu menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya… baru mau dua kali
aku mendapatkan orgasme… eeh…pintu di ketok-ketok dari luar dan terdengar suara ibu
kost memanggil namaku….
Mendengar itu bapak kost yg sedang memainkan batang kemaluannya di liang
sanggamaku, jadi gugup dan efeknya justru membuatnya orgasme, untung gak telat
nyabut… pejunya berhamburan di atas perutku banyak sekali… bisa ditebak endingnya…
aku harus angkat kaki dari rumah kost saat itu juga…
Nasihat sahabat-sahabatku, banyak merubah perilaku seksualku yang liar… Dengan
susah payah aku berhasil menekan hasrat birahiku yang memang luar biasa panas dan
aku mengumbarnya… awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas
seksual… bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah. . . . . . . . . . …
Sampai akhirnya aku ketemu dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku… ngga
hanya sosoknya yang jantan… permainan ranjangnyapun luar biasa… permainannya yang
agak kasar, mampu membuatku mengerang-erang histeris… Aku ga nyesel, harus married
dengan mas Seno karena keburu hamil
Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil mengasuh Astari buah
cintaku dengan mas Seno Status ekonomi kamipun tergolong bagus… Sampai akhirnya 5
tahun yg lalu, kecelakaan mobil di jalan tol merenggut mas Seno dari kami berdua…
Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku mengurus dan melanjutkan
usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan keberadaan Astari anak tunggalku
sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2 kali terlibat affair dengan lelaki yg
berbeda, itupun juga hanya having fun semata, penyegaran suasana disela-sela
kesibukan bisnis… Kehidupan seksualku datar, tanpa gejolak… sesekali aktivitas
masturbasi cukup memuaskanku. . . . . . . . . . …
Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar
” Heee… Ron kamu disini ? kok ga sekolah ?” Kudapati Ronie di belakang komputer
Astari. Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab dengan anak gadisku itu Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari keluarga yang cukup
baik dan mapan
” Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang lebih awal dan
tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit kali aja butuh apa-apa” Sahut Ronie
sopan, membuatku terharu… Lumayan ngobrol dengan Ronie, penderitaanku agak
berkurang…
” Ron, kamu bisa mijit ga ? tolongin pijitin tante dong bentar… leher tante kaku…” pintaku
ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali, bahkan buatku Ronie
kaya anakku sendiri Ronie duduk menghadap punggungku pijatan demi pijatan
kurasakan… tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu terasa nikmat selayaknya
sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi perempuan… aku mulai mendesah
resah…
Percikan api birahi dengan cepat membakarku tanpa ampun… sementara tanpa kusadari
kimonoku sudah semakin melorot, terdesak tangan Ronie yang kini memijit daerah
pinggangku, atas permintaanku sendiri untuk memijit lebih turun… uuuhh… dadaku terasa
sesak akibat tete’ku yang semakin mengencang…
Aku ingin ada yang meremasinya… Sssshhh ooohhh. . . . . . . . . … gilaaa… ngga
tahaann… kupegang kedua tangan Ronie, tangan kiriku memegang tangan kirinya dan
tangan kananku memegang tangan kanannya kutarik kedepan melingkari tubuhku dan
kutangkupkan di buah dadaku.
” Eehh… tante…?” bisik Ronie bingung dari belakang tubuhku
” Ron… tolong remasi tete’ tante…” desisku resah… merasakan sentuhan tangan lelaki
pada buah dadaku yg tengah mengencang… Benar-benar hilang sosok Ronie yg seharihari adalah pacar Astari anakku yang ada dibenakku saat itu Ronie adalah lelaki muda
bertubuh tegap… Ooouuh… Ronie mulai meremasi kemontokan buah dadaku…
” Yaaaaahh hhh…hhh… enaaaak Ronn ulangi lagi sayaaang oooohhh… ” tubuhku
menggeliat resah… kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkukku yang terbuka
karena rambutku kusanggul keatas… Ronie tak menolak dan melakukan permintaanku
untuk menciumi tengkukku
” Ciumi leher tante… hhhmmm sssshhh yaaahh kecupin sayaaang aaaaccchh… sssshhh ”
bisikan dan desah mesraku menuntun Ronie melakukan apa yg kuminta…Aku makin
gemas, tubuhku gemetaran hebat… baju kimonoku tinggal menutupi tubuh bawahku
karena tali pinggangnya masih terikat
Kubalikkan tubuhku, sejenak kupandangi wajah ganteng Ronie yang matanya terbelalak
liar menatap nanar tubuh bagian depanku dengan mimik ngga karuan Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya…
Anak muda ini gelagapan menghadapi liarnya bibirku yang mengulum bibirnya dan
nakalnya lidahku yang menggeliat menerobos masuk rongga mulutnya. . .. .. . . ..… Tapi
insting lelakinya segera mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku
Baju seragam Ronie dengan cepat kulolosi dan… ooohh… dada yg gempal dan bidang
dari salah satu tim inti basket di sekolahnya ini membuat gairahku semakin binal…
Kudorong tubuh Ronie untuk rebah disofa… nafas jantannya mulai tak beraturan Mmm…
pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala bibir dan
lidahku menjelajahi permukaan kulit dadanya, bungkahan dada jantannya kuremas
dengan gemas.
Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya. . .. . .. … Sssshhh . . .. . .. . .. .…
celananya tampak menggembung besar entah ada apa dibaliknya ? jantungku berdegup
semakin kencang melihatnya… dan mataku terbelalak dibuatnya, sampai aku harus
menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka… kepala kemaluan jantan
menyembul keluar dari batas celana dalamnya…
Aku dengan tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan
celana dalam putihnya sampai ke lutut Ronie… Ooooohhh my God ! teriakku dalam hati…
menyaksikan batang kemaluan Ronie yang mengacung di antara pahanya… begitu
macho, begitu gagah, begitu indah bentuknya… dengan kepala kemaluannya yang besar
tampak mengkilat…
Tanganku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya… Kembali tubuh Ronie
menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya… aku makin
binal, kudekatkan wajahku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan itu,
sambil tetap tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya…
Mendadak tubuh tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras… dan bibirku yang
setengah terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan
semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat kukenal dan
kurindukan… apalagi kalo bukan peju lelaki… tanganku refleks mengocok batang
kemaluan Ronie makin cepat sambil tanganku yang lain mengurut lembut kantung
pelirnya. . . .. . .. .…
Sementara kubiarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajahku… sesekali
kusambut peju itu dengan lidahku… mmmm… rasa peju yg khas itu kembali dikecap oleh
lidahku…Terus terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Ronie… Tapi beberapa
saat batang kemaluan yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak menyusut
sedikitpun masih tetap keras…
Tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Ronie yang menggelosoh di sofa…
dengan posisi tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di atas kemaluan Ronie…
kutuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju itu kearah liang
sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi….
Wooohh… ternyata kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku…
Akhirnya dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa
membuka lebih lebar kujejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggamaku yang
sudah tak sabar untuk segera melahap mangsanya…
” Iiiiihhh… bantu dorong sayang… Oooooowwwwww…. . .. . . .. . . ” Aku merengek panjang
ketika sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Ronie menembus liang
sanggamaku diiring rasa perih yang menggemaskan…
” Sssshhh…. . . . .. . . .. mmmhh… ayun pinggulmu keatas sayaaang ” kembali aku
menuntun pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan…